Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mengupayakan pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) melalui skema bantuan keuangan (bankeu) kepada pemerintah kabupaten dan kota. Hal ini ditegaskan oleh Seno Aji, Wakil Gubernur Kaltim, dalam keterangannya di Odah Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (30/7/2025).
Seno menyatakan masih banyak anak di Benua Etam yang belum mendapatkan hak atas pendidikan yang layak. Ia menyoroti fenomena anak-anak usia sekolah yang justru terpaksa bekerja membantu orang tua di sektor informal seperti pertanian dan perikanan.
“Banyak anak di bawah umur disuruh bekerja oleh orang tua. Ada yang ikut bekerja di perahu menjadi nelayan, ada yang bertani. Ini merupakan tanggung jawab bagi kita semua, baik pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan orang tua di seluruh Kaltim,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemprov Kaltim menggandeng pemerintah kabupaten/kota serta Badan Pusat Statistik (BPS) guna memetakan anak-anak yang belum memiliki akses pendidikan. Langkah ini dilakukan agar intervensi yang diberikan benar-benar tepat sasaran.
“Kita siapkan dana pendidikannya dan kita akan kirimkan ke kabupaten dalam bentuk bantuan keuangan (bankeu), sehingga mereka bisa memberikan akses pendidikan untuk anak-anak yang kurang tersebut,” terang Seno.
Program ini, menurut Seno, sudah mulai dijalankan dan akan terus dikawal agar hasilnya dapat dirasakan dalam waktu dekat. Pemprov menargetkan dalam tiga tahun ke depan tidak ada lagi anak-anak di Kaltim yang luput dari layanan pendidikan.
“Jadi semuanya berpendidikan tinggi dan memiliki SDM yang baik. Mereka akan menjadi politis yang handal, pengusaha yang baik, pegawai yang teladan, dan bisa menjadi gubernur dan wagub Kaltim selanjutnya,” tandasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





