Kantor DPK Kaltim di Jalan Juanda Kerap Kebanjiran, Rehab Gedung Jadi Opsi Mendesak

Gedung DPK Kaltim, Jalan Juanda, Samarinda

Ujarku.co – Kondisi gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Juanda kembali menjadi sorotan. Pasalnya, kantor yang menjadi pusat layanan literasi masyarakat ini sering dilanda banjir, sehingga mengganggu aktivitas pegawai maupun pengunjung.

Anita Natalia Krisnawati, Plt Kepala DPK Kaltim, mengungkapkan rencana pemindahan kantor sebenarnya sudah ada. Pemerintah Provinsi Kaltim berencana membangun kompleks perkantoran terpadu di kawasan eks Bandara Temindung, dan DPK termasuk salah satu instansi yang masuk dalam rencana tersebut.

“Sebenarnya ada rencana dari Pemprov Kaltim untuk membangun suatu kompleks perkantoran terpadu di lokasi eks Bandara Temindung. Nah salah satunya itu kantor kami, tapi karena saat ini sedang efisiensi anggaran jadi agak tertunda. Terbaru, kami sudah mengajukan ke Dinas PUPR untuk diberikan penilaian kondisi gedung ini,” jelas Anita, Rabu (17/9/2025).

Ia menilai, meski lokasi kantor strategis karena dekat dengan sekolah dan universitas, persoalan banjir membuat keberadaan gedung tersebut patut dievaluasi. “

Apakah gedung kami ini masih layak ditempati atau tidak, karena kendalanya memang di banjir,” ujarnya.

Pihaknya sudah melayangkan surat resmi ke Dinas PUPR agar kondisi gedung segera ditinjau. Hasil sementara, DPK Kaltim disarankan untuk direhabilitasi total bila tidak dipindahkan.

“Kalau tidak dipindahkan, harus direhab total,” tegas Anita.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan kerusakan akibat banjir kerap meluas hingga ke lantai dua.

“Kalau banjir, air meresap ke atas, bahkan sampai ke keramik-keramik di lantai dua jadi lembab,” tambahnya.

Meski demikian, Anita bersyukur karena kantornya kini masuk dalam prioritas pemerintah daerah untuk direhabilitasi. Namun untuk kepastian relokasi, ia menegaskan belum ada keputusan final.

“Mungkin kalau untuk pindah belum ada kepastian karena membutuhkan dana besar untuk membangun kompleks perkantoran terpadu,” katanya.

DPK Kaltim juga mendapat dukungan dari sejumlah pihak, termasuk komunitas literasi dan anggota DPR RI Hetifah Sjaifudian. Aspirasi mengenai kondisi mendesak gedung sudah disampaikan langsung dalam forum bersama legislator tersebut.

“Kami lebih pada masalah gedung yang memang sangat urgen ditindaklanjuti. Sedangkan layanan tidak bisa berhenti, jadi meskipun kebanjiran kami tetap buka. Kasihan pengunjung, ada yang sampai datang nyeker,” tutur Anita.

Menurutnya, animo masyarakat tetap tinggi untuk berkunjung ke perpustakaan meskipun kondisi gedung sering terendam. Hal inilah yang membuat DPK Kaltim berharap langkah konkret segera diambil agar layanan literasi tetap berjalan dengan nyaman dan aman.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar