Ujarku – Investasi bidang pertanian di Kalimantan Timur (Kaltim) saat ini perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim.
Hal ini disampaikan oleh Muhammad Samsun, Wakil Ketua DPRD Klatim, pada Jumat (3/2/2023).
Samsun menilai bahwa investasi di bidang pertanian saat ini sangat dibutuhkan daripada sektor lainnya.
“Kalau sektor lain seperti sumber daya alam (SDA) itu, biarkan saja pihak swasta yang melakukan investasi. Kalau untuk pemerintah, tidak perlu mengeluarkan investasi. Yang perlu menerima investasi dari pemerintah itu adalah pengembangan pertanian,” ungkapnya, Jumat (3/2/2023).
Menurut pria kelahiran Jember itu, bantuan apapun harus terus disalurkan kepada pihak yang bertanggungjawab di sektor pertanian.
Mengingat, banyaknya petani di berbagai daerah termasuk Kaltim yang sering mengeluh pada wakil rakyat. Salah satu keluhannya harga pupuk non-subsidi yang terbilang mahal.
“Pemerintah harus lebih memberikan perhatiannya kepada para petani. Mereka masih sangat memerlukan bantuan. Apalagi sekarang pupuk dan lainnya itu serba mahal,” jelasnya.
Disinggung terkait pupuk subsidi yang dicabut oleh pemerintah, Samsun menegaskan, bahwa subsidi yang dicabut itu memang benar adanya. Akan tetapi, pencabutan pupuk subsidi itu dikhususkan untuk sektor perkebunan.
Kendati demikian, pemerintah punya alasan terhadap pencabutan pupuk subsidi ini. Setelah ditelusuri. Rupanya, karena penyaluran pupuk tidak tepat sasaran, dan lebih banyak digunakan oleh pekebun besar.
“Kalau mereka yang besar ini tidak perlu disubsidi lagi. Sektor perkebunan lebih baik dikurangi dan untuk pertaniannya diperbesar. Walau tidak semua pekebun itu skala besar,” terangnya.
“Tapi memang rata-rata pekebun yang skala kecil itu katakanlah konsumsinya satu karung. Sementara pekebun skala besar itu konsumsinya seribu karung dan semuanya disubsidi. Lama-lama ini menjadi beban juga bagi pemerintah,” pungkasnya. (ADV/DPRDKALTIM)





