Ujarku.co – Listrik di Samarinda pada selama lebih kurang enam jam pada Selasa (9/8/2023).
Kondisi blackout tersebut mendapat sorotan dar DPRD Samarinda.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sani bin Husain menerangkan bahwa semestinya PLN memberikan kompensasi kepada masyarakat Samarinda atas kejadian tersebut.
Pasalnya, padamnya listrik tersebut sudah jelas memberikan kerugian bagi warga Kota Tepian. Bahkan menurutnya, bukan hanya warga Samarinda yang merasakan kerugian, namun juga masyarakat dari lain dari beberapa daerah yang ada di Kaltim.
“Lepas dari ada masalah atau kendala teknis di lapangan, namun ini jelas merugikan. Karena beberapa hal yang harusnya bisa dikerjakan, jadi tidak bisa karena terkendala padamnya listrik,” terang Sani.
Ia menegaskan perusahaan listrik plat merah tersebut mestinya bisa bertanggung jawab atas pemadaman dan kerugian yang harus ditanggung oleh pelanggan. Beberapa industri skala rumahan di Samarinda jelas merasakan imbas dari kondisi tersebut.
“Jangan lepas tangan. Ada produksi yang tidak terlaksana karena listriknya padam. Ini memberikan kerugian ke pelaku usaha di Samarinda,” tambah dia.
Padamnya listrik di Samarinda juga diperparah dengan aliran air yang mati. Sani mengibaratkan, selama beberapa waktu masyarakat Samarinda yang sudah merasakan modernisasi dipaksa untuk kembali ke zaman batu.
“Sudah tidak ada air, tidak ada listrik. Mau apa?” pungkasnya. (adv/DPRDSamarinda)








