Akmal Malik Kritisi Upaya Dispar Kaltim Kembangkan Destinasi Wisata

Suasana coffe morning Pj Gubernur Akmal Malik bersama Dinas Pariwisata Kaltim di Lamin Etam Pemprov Kaltim.

Ujarku.co – Sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim) didorong untuk menyediakan fasilitas yang lengkap, termasuk infrastruktur dan hiburan masyarakat. Demi memenuhi beragamnya destinasi wisata, tak hanya Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau saja.

Untuk itu, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim, Ririn Sari Dewi menerangkan pihaknya saat ini fokus mengembangkan pariwisata di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) karena kawasan tersebut merupakan penopang utama IKN.

“IKN tidak hanya berdampak positif bagi warga di Penajam Paser Utara, tetapi juga di Balikpapan. Penyebabnya karena ada kenaikan kunjungan wisatawan dan menguntungkan para pebisnis, baik yang memiliki hotel, motel, taman hiburan, sampai pengusaha di bidang makanan. Usahanya akan makin ramai berkat pembangunan IKN Nusantara,” ujar Ririn di acara Coffee Morning bersama Pj Gubeenur Kaltim, Rabu (29/4/2024).

Keterlibatan Pemprov Kaltim dalam IKN menyebabkan peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang signifikan. Pada Maret 2024, jumlah kunjungan wisatawan domestik mencapai 1.272.923 orang, melebihi target yang ditetapkan sebanyak 2.300.000 orang, sedangkan wisatawan mancanegara mencapai 4.232 orang atau mencapai 42,42 persen dari target.

Dalam mengembangkan pariwisata tersebut, Ririn menyatakan pihaknya mengubah pola programnya. Awalnya up to bottom atau bottom to up.

“Pola ini yang kita ubah adalah bottom up. Pikiran pokdarwis (kelompok sadar wisata), Dispar kabupaten/kota kita himpun. Sehingga perlu adanya keterlibatan,”katanya.

Namun, kinerja Dispar masih dinilai kurang maksimal oleh Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik. Ia melihat Dispar kurang untuk mempromosikan seluruh destinasi wisata Kaltim dan hanya berfokus pada Berau saja.

Pada kesempatan yang sama, Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik menilai kinerja Dispar Kaltim masih di bawah standar karena belum cukup mempromosikan seluruh destinasi wisata Kaltim, hanya berfokus di Berau saja.

“Padahal, banyak kok destinasi wisata yang dekat-dekat. Contohnya, Bendungan Samboja yang pemandangannya tak kalah dengan Biduk-Biduk,” ujar Akmal Malik.

Ditambah banyak masyarakat lokal yang mengeluh perihal anggaran yang mahal. Dispar harus mencari solusi untuk mengatasi tersebut dan meningkatkan minat pengunjung untuk berwisata.

“Mahal murahnya tergantung bagaimana kita menjelaskan. Jangan dilihat agregatnya. Kalau dijelaskan kepada masyarakat akses apa saja yang bisa digunakan untuk menuju ke destinasi wisata, itu menjadi tidak mahal.” jelas Akmal.

“Itulah tugas pemerintah sesungguhnya. Memberikan informasi terkait pelayanan seperti itu,” kritiknya.

Akmal juga mengungkapkan perlunya kolaborasi semua pihak, dan menyarankan Dispar Kaltim untuk bisa bekerja sama dengan Dinas PUPR dan Pokdarwis Kaltim.

“Upaya wisata sejatinya lebih didorong menjadi inisiatifnya masyarakat. Pemerintah memberikan fasilitasi. Rillnya mendorong hadirnya komunitas-komunitas di objek wisata agar masyarakatlah yang mengelola,” sambungnya.

Terakhir, Akmal menekankan pentingnya pemetaan pariwisata yang akurat, mencakup jumlah pengunjung, tujuan kunjungan, serta destinasi.

“Untuk sebuah kebijakan, memang perlu menyajikan data dengan baik dan presisi. Sehingga dana yang terbatas bisa teralokasikan dengan tepat sasaran,” tegasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar