Ujarku.co – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Abdul Rohim mengakui bahwa dirinya sempat yakin dan optimis terkait pembangunan Pasar Pagi Samarinda selesai dalam kurun waktu satu tahun.
“Tapi optimisme dari pak wali kota dengan seluruh jajaran itu sempat meyakinkan kami bahwa Pasar Pagi ini bisa diselesaikan dalam waktu satu tahun,” ujar Rohim, Rabu (14/2/2024).
Sayangnya, pihaknya baru menyadari dan mempertanyakan bagaimana nasib para pedagang saat masa pembangunan Pasar Pagi Samarinda ini berlangsung. Hal tersebut disampaikannya dari hasil diskusi Komisi II.
“Karena seperti yang sudah disampaikan kepada dinas kemarin, bahwa seluruh komponen sebetulnya mendukung revitalisasi, termasuk DPRD, buktinya sudah ketuk palu kan,” jelasnya.
“Artinya, kalau sampai satu tahun belum selesai, ini dampaknya akan kemana-mana. Sekarang saja sudah ada pedagang pasar yang beralih profesi,” tambahnya.
Hal tersebut didukung dari dapatannya, bahwa para pedagang mengalami penurunan omset, kehabisan modal belanja, kemudian dagangan mereka yang tidak laku. Bahkan mirisnya, sudah ada pedagang yang beralih profesi menjadi ojek online. (Adv)





