Damayanti Serukan Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Upaya Cegah Kekerasan Seksual Anak di Kaltim

Damayanti, Anggota DPRD Kaltim

Ujarku.co – Damayanti, anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi PKB, mangatakan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kaltim melalui pendidikan yang lebih baik dan perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik.

Menurut Damayanti, pendidikan merupakan ujung tombak dari pengembangan SDM yang berkualitas. Namun, ia menekankan pentingnya memprioritaskan kesejahteraan guru sebagai langkah awal dalam memperbaiki sistem pendidikan di Kaltim.

“Jika berbicara tentang SDM, tentu kita harus bicara tentang pendidikan. Namun, kita tidak bisa lepas dari kesejahteraan para pendidik. Apakah mereka sudah mendapatkan hak yang layak? Ini akan menjadi poin utama yang insya Allah akan saya perjuangkan untuk peningkatan SDM di Kaltim,” ujar Damayanti, belum lama ini.

Selain pendidikan, Damayanti juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menyebutkan akses terhadap layanan kesehatan, air bersih, dan perumahan adalah aspek mendasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah Kaltim untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.

“Kebutuhan dasar masyarakat itu luas, meliputi pendidikan, kesehatan, akses air bersih, hingga perumahan. Pemerintah harus hadir dan memastikan semua ini terpenuhi,” jelasnya.

Tak hanya itu, ia menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kaltim, Damayanti menilai perlu adanya langkah yang lebih tegas dan sistematis dari pemerintah. Ia mendorong pentingnya edukasi seks sejak dini melalui kurikulum yang tepat, sebagai salah satu upaya pencegahan kekerasan seksual.

“Ini masalah yang serius. Kekerasan terhadap anak semakin marak, dan kita perlu segera bertindak. Pemerintah harus mengintegrasikan edukasi seks dalam kurikulum, sejak usia dini. Ini bukan hal yang tabu, melainkan penting untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak kita,” tegasnya.

Damayanti juga menggarisbawahi koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi sangat penting dalam menangani isu tersebut. Menurutnya, pemerintah harus bekerja sama untuk memastikan edukasi yang diberikan di sekolah-sekolah, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA, dapat berjalan efektif.

“Sekolah-sekolah di tingkat SD dan SMP adalah tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota, sementara SMA dan SMK merupakan wewenang pemerintah provinsi. Kita harus mendorong kerjasama antara kedua pihak ini untuk menerapkan kurikulum edukasi seks yang efektif,” tambah Damayanti.

Ia berharap dengan adanya perhatian yang lebih serius terhadap masalah tersebut, angka kekerasan terhadap anak di Kaltim bisa menurun, dan anak-anak dapat tumbuh dengan pemahaman yang lebih baik mengenai perlindungan diri.(*)

Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar