Debat Pilkada Samarinda, Andi Harun Targetkan 14 Bus Listrik untuk Transportasi Samarinda

Screenshot Debat Pilkada Samarinda 2024

Ujarku.co – Samarinda menghadapi tantangan besar dalam sistem transportasi publiknya, terutama terkait konektivitas antar terminal yang terputus dan dominasi transportasi online serta taksi gelap.

Dalam debat Pilkada Samarinda 2024 yang berlangsung Kamis (21/11/2024), Andi Harun, Calon Wali Kota Samarinda, memaparkan strategi inovatif untuk mengatasi persoalan tersebut.

Andi Harun mengakui, desain infrastruktur jalan di Samarinda menjadi kendala utama.

“Desain jalan kita di Samarinda itu tidak didesain lebar, ditambah dengan kontur berbukit yang menyulitkan manuver kendaraan besar seperti bus ukuran standar. Karena itu, kami memutuskan untuk mengimplementasikan bus listrik ukuran sedang pada tahun 2025,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Samarinda telah memesan 14 bus listrik. Andi Harun menjelaskan, selain ramah lingkungan, moda transportasi ini dipilih untuk mengatasi keterbatasan jalan sempit di Samarinda.

Namun, ia juga menyoroti tantangan sosial yang muncul, terutama terkait keberadaan angkot berbahan bakar minyak yang masih menjadi andalan banyak warga untuk mencari nafkah.

“Tidak mudah menggantikan angkot berbahan bakar minyak begitu saja karena itu menyangkut kehidupan banyak orang. Masalah sosial ini harus ditangani dengan bijak, tidak bisa hanya berdasarkan idealisme,” tambahnya.

Ia menyebutkan, pemerintah telah melakukan studi mendalam untuk menemukan solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga inklusif.

Selain itu, Andi Harun juga mengusulkan sistem transportasi berbasis rel untuk meningkatkan konektivitas. Salah satu proyek yang tengah dirancang adalah pembangunan skytrain atau monorail yang akan menghubungkan Samarinda dengan Bandara APT Pranoto dan bahkan terintegrasi dengan rute Balikpapan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Kami sedang dalam tahap konsultasi dengan Kementerian Perhubungan untuk mendapatkan persetujuan atas proyek ini,” jelasnya.

Langkah ini, menurut Andi Harun, tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas warga Samarinda tetapi juga memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

Ia meyakini, transportasi publik yang modern dan terintegrasi dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan dan menekan angka perselisihan yang sering terjadi antara moda transportasi.

Andi Harun juga menekankan perlunya pendekatan teknologi dalam pengelolaan transportasi.

“Kami akan mengintegrasikan moda transportasi ini melalui sistem digital yang memungkinkan masyarakat memilih rute dan moda transportasi dengan lebih mudah. Ini adalah era di mana teknologi harus menjadi bagian dari solusi transportasi publik,” ujarnya.

Dengan pendekatan tersebut, Andi Harun optimis transformasi transportasi di Samarinda dapat diwujudkan.

“Kami ingin memastikan transportasi publik tidak hanya efektif dan ramah lingkungan, tetapi juga mencerminkan keberpihakan kepada semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar