Dinsos Kaltim Sebut Dukungan Keluarga Jadi Kunci Pemulihan ODGJ

Doni Julfiansyah, Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Dinsos Kaltim

Ujarku.co – Dinas Sosial (Dinsos) Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya memberikan layanan rehabilitasi sosial bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Meski demikian, layanan ini masih terbatas, dengan jumlah klien yang hanya mencapai sekitar 30 orang.

Doni Julfiansyah, Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kaltim, mengakui kapasitas layanan tersebut belum optimal. Selain dibatasi jumlah klien, waktu pelayanannya juga tergolong minim.

“Berbeda dengan rehabilitasi anak yang memiliki batas waktu hingga mereka menyelesaikan pendidikan, layanan bagi ODGJ dan lansia seharusnya berlangsung tanpa batas waktu, bahkan hingga akhir hayat mereka,” ujarnya pada Rabu, (15/1/2025).

Menurut Doni, keberhasilan rehabilitasi sosial bagi ODGJ sangat bergantung pada dukungan dari keluarga. Keluarga memiliki peran penting dalam proses pemulihan mereka agar bisa kembali menjalani kehidupan yang normal.

“Keluarga adalah lingkungan pertama yang seharusnya memberikan dukungan penuh kepada ODGJ,” ungkapnya.

Namun, salah satu tantangan utama yang dihadapi dalam rehabilitasi ODGJ adalah stigma negatif dari masyarakat. Hal ini sering kali menjadi penghalang bagi mereka untuk kembali diterima di lingkungannya.

“Stigma ini membuat ODGJ merasa terasing dan kesulitan untuk berintegrasi kembali. Padahal, dukungan lingkungan yang terbuka dan inklusif sangat penting bagi pemulihan mereka,” jelas Doni.

Dinsos Kaltim berharap agar lebih banyak keluarga yang menyadari pentingnya peran mereka dalam mendukung ODGJ.

“Kami ingin agar keluarga dan masyarakat menciptakan lingkungan yang mendukung, sehingga ODGJ dapat kembali hidup dengan penuh kasih sayang dan mendapatkan hak mereka sebagai bagian dari masyarakat,” imbuhnya.

Selain mendorong peran keluarga, Dinsos Kaltim juga berupaya meningkatkan kapasitas layanan dengan melatih tenaga pendamping sosial. Pelatihan ini bertujuan agar pendamping memiliki keterampilan dan pemahaman lebih dalam terkait penanganan ODGJ.

“Dengan tenaga pendamping yang lebih kompeten, kami berharap layanan rehabilitasi sosial dapat menjangkau lebih banyak orang dan memberikan hasil yang lebih efektif,” kata Doni.

Ia juga menambahkan bahwa pelatihan ini dirancang untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada, termasuk pendekatan yang lebih manusiawi dan sensitif terhadap kebutuhan khusus ODGJ.

“Tenaga pendamping yang terlatih dapat membantu memfasilitasi proses pemulihan sosial yang lebih baik,” ujarnya.

Melalui kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah, Dinsos Kaltim optimistis rehabilitasi sosial bagi ODGJ dapat menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Kami ingin memberikan harapan baru bagi ODGJ, sehingga mereka bisa hidup lebih bermartabat di lingkungan yang mendukung,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar