Disdikbud Samarinda Dorong Literasi Lokal Lewat Lomba Penulisan Sejarah dan Budaya

Pemenangan Lomba Penulisan Sejarah dan Kebudayaan Kota Samarinda Tahun 2025

Ujarku.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda mengumumkan pemenang Lomba Penulisan Sejarah dan Kebudayaan Kota Samarinda Tahun 2025. Pengumuman ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang telah berlangsung sejak April lalu.

Ajang ini diikuti puluhan peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari peneliti, dosen, guru, mahasiswa, sastrawan, pelaku kebudayaan, hingga masyarakat umum. Penjurian dilakukan oleh budayawan, sejarawan, serta akademisi berpengalaman melalui proses seleksi, verifikasi, dan wawancara yang ketat.

Lomba terbagi dalam dua kategori, yaitu Karya Tulis Populer (KTP) dan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Dari hasil seleksi, lima besar pemenang KTP adalah Fajar Alam, Rauhiyatul Jannah, Bintang Aulia Wijaya, Inni Indarpuri, dan Sundari Hatta.

Sementara itu, kategori KTI dimenangkan oleh Fendy Suhartanto, Pontjowulan, Ramadhan S. Pernyata, Faisal Syamsuddin, dan Arsinah Sadar. Para pemenang berhak mendapatkan sertifikat, trofi, serta uang pembinaan. Penyerahan hadiah akan dijadwalkan panitia pada kesempatan berikutnya.

Asli Nuryadin, Kepala Disdikbud Samarinda, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah penting untuk menumbuhkan kesadaran dan minat generasi muda dalam memperkuat literasi sejarah dan budaya lokal.

“Harapannya, karya-karya ini bisa menjadi referensi berharga serta inspirasi bagi masyarakat untuk terus menggali kekayaan budaya Samarinda,” ungkapnya.

Barlin Hady Kesuma, Kepala Bidang Kebudayaan, menegaskan lomba ini membuka ruang bagi penulis untuk memperkaya literasi sejarah dan budaya Samarinda yang selama ini masih terbatas.

“Sering kali bukan minat baca yang rendah, melainkan bahan bacaan yang kurang beragam. Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong lebih banyak penulis untuk menghasilkan karya bermutu, sehingga sejarah dan budaya Samarinda semakin dikenal dan menjadi identitas yang membanggakan,” jelasnya.

Barlin juga memastikan lomba penulisan ini akan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Samarinda. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari pembangunan peradaban yang menekankan pemahaman sejarah dan budaya lokal.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar