Ujarku.co – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda menggelar Job Fair guna menekan angka pengangguran di Samarinda, Job Fair tersebut diselenggarakan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Jalan Untung Suropati pada Selasa (21/5/2024).
Berlangsung selama 2 hari, terhitung dari tanggal 21 hingga 22 Mei 2025 Disnaker Samarinda menggandeng 41 perusahaan dalam berbagai bidang yang akan memudahkan para pencari kerja menyesuaikan dengan keahlian dan bidang yang dimiliki masing-masing.
Plh Kepala Disnaker Samarinda Sofyan Adi Wijaya mengatakan, bagi para pencari kerja yang ingin daftar bisa langsung mengunjungi booth – booth perusahaan yang berpartisipasi dalam Job Fair tersebut. Ia turut melaporkan, sekitar 1051 lowongan kerja yang dibuka.
“Pencari kerja yang sudah mendaftar lewat online juga ada, itu sekitar seribuan. Jadi yang mau daftar terlebih dahulu di online yang dan untuk hari ini saya belum lihat lagi karena masih berlangsung,” ujar Sofyan saat di wawancarai.
Tak hanya itu, Disnaker Samarinda juga turut melakukan beberapa upaya untuk menekan angka pengangguran melalui kerjasama dengan beberapa Universitas dan SMK di Samarinda untuk melakukan pelatihan-pelatihan formal dan non formal.

Tak luput dari pandangan, Disnaker Samarinda juga menyentuh warga lapas dalam pelatihannya demi mempersiapkan mereka ketika selesai masa tahanan untuk bisa langsung bekerja.
Turut hadir dalam Job Fair tersebut Asisten I Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, Ridwan Tassa. Ia memberikan apresiasi kepada Disnaker yang sudah menyelenggarakan Job Fair tersebut dan kepada perusahaan-perusahaan yang turut berpartisipasi.
“Semua pihak turut berkoordinasi, sehingga warga Samarinda kita bisa persiapkan untuk membantu perusahaan-perusahaan dan mereka menjadi pekerja-pekerja di perusahaan itu,” ujar Ridwan.
Ia berharap dari Job Fair ini dapat melahirkan tenaga-tenaga kerja yang profesional yang siap bersaing dalam adanya IKN dan tentunya mampu mengurangi angka pengangguran di Samarinda yang turut membantu peluang penurunan angka kemiskinan.(*)
Penulis: Devi Mogot





