Ujarku.co – Cultural Festival Indonesia yang digelar di Swiss-Belhotel Samarinda telah berlangsung pada 15 – 16 Agustus. Acara tersebut diselenggarakan oleh Komunitas Rumah Digital UMKM Samarinda yang bertujuan untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal serta mendorong inklusi sosial bagi penyandang disabilitas.
Acara tersebut menghadirkan berbagai produk UMKM lokal, seperti kuliner, wastra, manik, rempah, jamu, mutiara, rajut dan batik.
Dalam acara tersebut juga terdapat berbagai aktivitas pengembangan diri, seperti perlombaan ranking satu, workshop UMKM, pelatihan membatik bersama kawan-kawan disabilitas, pelatihan menjahit, perlombaan presentasi produk UMKM dan pertunjukan kesenian daerah.
Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur (Kaltim), menjelaskan festival tersebut tidak hanya memperkenalkan produk-produk UMKM, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk memperluas jejaring dan meningkatkan peran UMKM dalam ekonomi lokal.
“Kami ingin membantu UMKM untuk meningkatkan kapasitas mereka dan menjalin kolaborasi yang lebih baik. Dengan adanya 45 tenan dan asosiasi UMKM yang terlibat, kami berharap ini dapat mendorong UMKM untuk duduk bersama dan membahas berbagai peluang serta tantangan mereka,” ujar Ririn, Kamis (15/8/2024).
Dalam kesempatan yang sama, Agus Dwi Fitriyanto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, menambahkan festival tersebut memiliki dimensi sosial yang penting. Salah satunya penyertaan disabilitas dalam UMKM, serta perlunya program perlindungan bagi mereka untuk mendukung kesetaraan.
“Kami berusaha memastikan bahwa semua pelaku UMKM, termasuk penyandang disabilitas, mendapatkan perlindungan dan kesempatan untuk berkembang yang sama melalui program BPJS,” katanya.
Sementara itu, Wied Paramartha, General Manager Swiss-Belhotel Samarinda, mengungkapkan kebanggaannya terhadap penyelenggaraan festival ini.
“Kami sangat senang bisa menjadi tuan rumah bagi acara ini dan menyaksikan banyak pelaku UMKM lokal serta pengunjung hadir di hotel kami. Kami berkomitmen untuk menyediakan tempat yang lebih luas bagi UMKM di masa depan dan mendukung mereka agar bisa mencapai pasar nasional,” ujar Wied.
Pria yang akrab disapa WP itu juga menekankan pentingnya kualitas produk UMKM, dengan memastikan produk yang dipamerkan harus bersertifikat halal, higienis, dan memiliki izin edar dari BPOM.
Dengan adanya acara tersebut, diharapkan UMKM lokal di Samarinda dapat memperoleh dukungan yang mereka butuhkan untuk berkembang dan berinovasi, tidak hanya berfungsi sebagai pameran produk, tetapi juga sebagai langkah penting untuk mengembangkan dan memajukan sektor UMKM di Kalimantan Timur.(*)
Penulis: Devi Mogot








