Ujarku.co – Fuad Fakhruddin, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) mengajak masyarakat untuk bersabar dan memahami kondisi Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Kaltim yang saat ini tengah berada dalam masa transisi. Hal ini disampaikannya terkait realisasi program Gratispol Kesehatan yang belum berjalan maksimal.
Fuad menjelaskan keterlambatan dalam pelaksanaan sejumlah program, termasuk Gratispol, bukan semata karena kelalaian, tetapi lebih kepada kondisi administratif dan anggaran yang masih dalam penyesuaian antara pemerintahan sebelumnya dan pemerintahan saat ini.
“Dan masyarakat juga harus memaklumi kalau saat ini pemerintahan yang sedang bertransisi antara pemerintahan sebelumnya. Sekarang mereka masih menggunakan anggaran yang berjalan,” ujar Fuad, Senin (14/7/2025).
Ia menambahkan meskipun beberapa program telah diputuskan sebelumnya, realisasinya belum sepenuhnya optimal karena terbatasnya anggaran yang tersedia saat ini. Hal ini, menurutnya, wajar terjadi dalam dinamika pemerintahan.
“Adapun memang ada yang sudah diputusin tapi belum juga maksimal. Untuk klasifikasi yang sebagai tanggungan Gratispol, nah itu yang mungkin karena keterbatasan anggaran tadi. Saya kira seperti itu biasa di dalam pemerintahan, belum bisa maksimal menunaikan janji-janji mereka,” jelasnya.
Namun demikian, Fuad menilai sudah ada niat baik dari pemerintahan yang baru untuk melanjutkan dan merealisasikan beberapa program yang sebelumnya dijanjikan. Ia menekankan transisi ini memerlukan waktu dan proses agar bisa berjalan sesuai harapan.
“Tapi ada sudah etika baik dari pemerintahan yang melanjutkan untuk merealisasikan beberapa janji-janji politiknya,” tambahnya.
Ia juga mencontohkan kondisi serupa di tingkat nasional, di mana program besar seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) juga belum maksimal pelaksanaannya karena masih dalam masa transisi dari pemerintahan sebelumnya.
“Kita lihat juga sekarang pemerintahan secara nasional seperti program MBG itu juga kan belum maksimal karena sebelum-sebelumnya juga ada program pemerintah yang sudah berjalan,” ujarnya.
Fuad mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang simpang siur. Ia berharap semua pihak, termasuk media, bisa membantu menyampaikan informasi yang akurat dan membangun pemahaman publik secara utuh.
“Masa transisi inilah yang masyarakat harus bisa memahami supaya tidak terjadi simpang siur informasi yang mereka dapatkan. Kita sebagai masyarakat yang mengerti hal ini ya kita harus menyampaikan juga dengan cara yang termasuk yang sekarang ini contohnya seperti profesi wartawan, iya beritakanlah yang masyarakat bisa pahami,” pungkas Fuad.(*)
Penulis: Devi Mogot





