Banner Ujarku

Hadiri Peringatan Harganas ke-31, Andi Harun Dorong Kerjasama Penurunan Stunting

Andi Harun, Wali Kota Samarinda saat melakukan sambutan di Peringatan Harganas ke-31 (Festival Bangga Kencana ke-2).

Ujarku.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda selalu berupaya untuk mewujudkan generasi berkualitas melalui penguatan terhadap keluarga sebagai lingkungan terkecil di masyarakat, juga senantiasa berkontribusi dalam penurunan stunting.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menghadiri acara Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Samarinda dalam Festival Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) ke-2 di Halaman Gor Segiri Samarinda, Kamis (4/7/2024).

“Kekuatan yang didapatkan dari keluarga bisa digunakan sebagai perisai dalam menghadapi persoalan yang terjadi. Dengan begitu, keluarga mempunyai peranan dalam upaya memantapkan ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan,” ujar Andi Harun.

Oleh karenanya, Andi Harun menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, baik pihak pemerintah maupun swasta agar menjadikan peringatan Harganas sebagai pengingat sekaligus pelecut untuk menghidupkan kembali fungsi keluarga. Bersama-sama fokus untuk membangun bangsa yang dimulai dari keluarga yang tangguh.

Lalu bagaimana dengan upaya Pemkot Samarinda dalam percepatan penurunan stunting? Andi Harun melaporkan saat ini prevalensi stunting di Samarinda mengalami penurunan. Pada tahun 2022 Samarinda berada di angka 25,3 persen, sementara di tahun 2023 berada di angka 24,4 persen. Targetnya, kasus stunting harus terus menurun hingga 14 persen sesuai dengan target Nasional.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah banyak membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam menggerakkan program Bangga Kencana di kota Samarinda, terutama dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Samarinda,” ucapnya.

Kemudian, ia menyampaikan bahwa kedepannya tugas Pemkot Samarinda semakin berat untuk mempersiapkan generasi Z dan generasi Alfa menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karenanya, ia mengajak semua pihak untuk bekerja keras bersama-sama pembangunan keluarga yang memiliki daya saing tinggi, kokoh, dan sakinah.

“Kita tentu harus lebih mengupayakan yang terbaik, melalui beberapa intervensi, diantaranya mengintegrasikan seluruh program terkait secara komprehensif dengan menggunakan pendekatan pemberdayaan individu, keluarga, dan masyarakat,” jelasnya.

Dengan demikian, penguatan pemberdayaan ekonomi keluarga dan pelayanan penurunan angka stunting sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang diharapkan bisa menjadi fokus utama untuk ditangani.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar