Isran Noor Buka Bisnis Nikel di Pendingin, Dewan Geram Gak Dikasih Tahu

Isran Noor (kiri), Nidya Listiyono (kanan).

Ujarku.co – Isran Noor, Gubernur Kaltim, akui ada lahan Pemprov Kaltim, seluas 300 hektare dikelola jadi smelter nikel di Pendingin, Sangasanga.

“Ada lahan di Pendingin, akan dikelola oleh perusahaan smelter nikel, itu aset yang dulu tidak ada gunanya sekarang bermanfaat secara bisnis, sumber penerimaan daerah,” kata Isran Noor.

Penggunaan aset itu, disoroti DPRD Kaltim.

Pasalnya, dewan khususnya Komisi II DPRD Kaltim, tidak mendapat informasi terkait penggunaan lahan provinsi oleh investor nikel.

“Kita tidak pernah diberi laporan, bagaimana bentuk kerjasama, aset kita bagaimana, dan modelnya seperti apa. Kami di DPRD belum tahu,” ungkap Nidya Listiyono, Kamis (29/12/2022) kemarin.

“Kita minta DPMPTSP untuk membawa perizinannya bagaimana. Karena itu aset tanah kita yang digunakan. Kan ada izin prinsip yang kita minta, termasuk izin lingkungan,” lanjutnya.

Selain itu, Komisi II juga mendorong agar Pemprov Kaltim melalui perusda bisa ikut serta dalam aktivitas ekonomi di smelter nikel Pendingin.

“Harus masuk kita di aktivitas Smelter Pendingin. Bisa jadi kita terlibat. Kita lihat dulu, mekanisme kerjanya bagaimana, apakah ada turunan yang kita bisa masuk ke sana, atau pajak untuk daerah, termasuk bagi hasil,” tegasnya.

Termasuk upaya pemerintah untuk alih teknologi dalam aktivitas produksi nikel.

Nantinya jika banyak warga Kaltim yang paham dan ahli di bidang nikel, provinsi bisa meembangun sendiri smelter nikelnya.

“Kita ingin ikut beraktivitas di sana, bisa masuk. Bisa alih teknologi sehingga memungkinkan orang kita belajar di sana, akhirnya kita sendiri yang bisa bangun smelter nikel ke depannya,” pungkasnya. (tim redaksi)

Penulis ; str/Ujarku.co

Tag Berita

Bagikan

Komentar