Jaringan Belum Merata, Pemerintah Kaltim Optimalkan Data Program CKG

Akmal Malik, Pj Gubernur Kaltim

Ujarku.co – Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) terus berupaya memastikan kelancaran program cek kesehatan gratis (CKG), meskipun masih terdapat daerah yang terkendala akses jaringan.

Program nasional ini bergantung pada aplikasi berbasis jaringan untuk mendata dan memberikan layanan kepada masyarakat yang berulang tahun pada hari tersebut.

Akmal Malik, Pj Gubernur Kaltim, menegaskan data menjadi faktor utama dalam keberhasilan program ini.

“Pastinya yang penting adalah data, karena mereka yang diberikan program cek kesehatan gratis ini adalah mereka yang berulang tahun. Tentunya kita punya database dari Kemendagri,” ujarnya, Rabu (12/2/2025).

Dalam menghadapi tantangan keterbatasan jaringan di beberapa daerah, Akmal Malik menjelaskan koordinasi khusus dilakukan agar program tetap dapat berjalan efektif. Data penerima layanan disiapkan seminggu sebelumnya dan langsung diintegrasikan dengan penyelenggara di daerah.

“Kita sudah tahu siapa yang ulang tahun hari ini, sehingga data tersebut harus langsung terhubung dengan pihak penyelenggara,” tambahnya.

Sinkronisasi data menjadi fokus utama dalam mengatasi kendala jaringan ini. Pemerintah daerah berupaya menyelaraskan data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan seluruh Puskesmas di Kaltim agar tidak ada warga yang terlewat dalam layanan kesehatan gratis ini.

Peran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) serta Puskesmas sangat penting dalam memastikan validitas data penerima. Akmal Malik menegaskan koordinasi antara Disdukcapil dan penyelenggara akan terus ditingkatkan guna menjaga kelancaran program di masa depan.

“Kami sangat mendukung program nasional ini dari Pak Prabowo dan Pak Gibran. Kami akan berusaha untuk menyinkronkan data dengan seluruh Puskesmas yang ada di Kaltim,” tegasnya.

Pemerintah Kaltim juga berharap dukungan penuh dari berbagai pihak untuk mengatasi kendala jaringan di daerah-daerah tertentu. Upaya teknis dan strategi alternatif terus dikaji agar layanan kesehatan dapat tetap berjalan meskipun akses jaringan belum sepenuhnya merata.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar