Ujarku.co – Budi Widihartanto, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalimantan Timur (Kaltim), melaporkan perekonomian Kaltim tumbuh lebih tinggi pada triwulan II 2024 dibandingkan dengan pertumbuhan nasional dan regional Kalimantan, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya.
“Perekonomian Kaltim memiliki pangsa pertumbuhan tertinggi di regional Kalimantan dan berada di posisi tujuh terbesar secara nasional dalam tiga tahun terakhir,” ujar Budi, Rabu (7/8/2024).
Lebih lanjut, Budi menjelaskan ekonomi Kaltim tumbuh sebesar 6,22 persen (yoy) pada 2023, meningkat dari 4,48 persen (yoy) pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor pertambangan dan industri pengolahan, serta ekspor dan investasi.
Namun, menurut budi inflasi tetap menjadi perhatian utama. Pada Juli 2024, Kaltim mengalami deflasi sebesar 0,38 persen (mtm) atau inflasi 2,18 persen (yoy), disebabkan oleh penurunan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan laju deflasi 1,10 persen (mtm).
“Penurunan harga komoditas pangan, khususnya hortikultura, dan normalisasi mobilitas masyarakat pasca Idul Adha beserta libur sekolah berkontribusi pada kondisi tersebut,” jelas Budi.
Untuk mengatasi inflasi pangan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan BI Kaltim telah menerapkan berbagai langkah, termasuk pembentukan Tim Early Warning System (EWS) dan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) lebih dari 251 kali. Selain itu, program Petani Milenial Kaltim diluncurkan dengan luas 17.510 hektar di 5 kawasan pertanian Kutai Kartanegara.
Pada kesempatan yang sama, Nidya Listiyono, Ketua Komisi II DPRD Kaltim, menekankan pentingnya mengidentifikasi potensi pertumbuhan ekonomi, terutama dalam sektor investasi dan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Ia juga mengingatkan perlunya persiapan menuju nol emisi karbon pada 2060.
“Kenyataannya, ketergantungan ekonomi Kaltim pada tambang batu bara. Kita perlahan perlu melakukan transisi ke energi terbarukan melalui pembahasan bersama pemerintah dan OPD terkait,” tutupnya.(*)
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda





