Ujarku.co – Dalam melaksanakan program kerja di tahun 2023 ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda diketahui memiliki pagu anggaran sebesar Rp9 miliar. Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti pun meninjau kembali anggaran tersebut.
Ia menjelaskan, dari anggaran tersebut setengah di antaranya akan digunakan untuk upah pegawai. Sehingga menurutnya, anggaran yang ada sangatlah kurang.
“Mengingat DP2PA ini punya tugas yang lumayan banyak. Mulai dari pelayanan dasar, dan program-program penting lain yang kaitannya dengan perempuan dan anak,” jelasnya.
Disebutkannya, beberapa fungsi DP2PA, seperti pengentasan permasalahan kekerasan perempuan, perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat, dan pengarustamaan gender dan stunting yang juga menjadi isu penting di level pemerintah pusat.
“Jadi berharap, anggaran untuk DP2PA Samarinda bisa ditambah tahun depan. Bahkan di perubahan APBD nanti kalau bisa sudah ditingkatkan,” tegas dia.
Meski begitu, ia mengingatkan DP2PA Samarinda untuk bisa bekerja lebih optimal dengan anggaran yang ada sementara ini. Karena dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar bersama dengan DP2PA Samarinda, diketahui bahwa realisais anggaran yang berhasil terserap baru mencapai 20.16 persen. (ADV/DPRDSAMARINDA)





