Ujarku.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kutai Kartanegara dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya tanah longsor di Kilometer 28, Desa Batuah, RT 25, Kecamatan Loa Janan, Kamis malam (24/4/2025).
Peristiwa ini menimbulkan kepanikan ringan di kalangan warga sekitar, meskipun arus lalu lintas di lokasi kejadian masih dapat mengalir lancar di kedua arah.
Kejadian pertama kali dilaporkan oleh Bripka Agus, anggota Polsek Loa Janan yang tengah melaksanakan patroli malam bersama personel Subsektor.
“Kami telah memasang barier pengaman dan lampu penerangan di titik rawan agar pengendara dapat melihat dengan jelas dan tetap waspada saat melintas,” ujarnya.
Tindakan sigap aparat kepolisian bersama relawan lokal mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar yang khawatir akan potensi longsor susulan yang dapat mengancam keselamatan pengendara dan pemukiman terdekat.
Pagi hari setelah kejadian, tercatat adanya pergeseran tanah lanjutan di lokasi. Meski tidak ada korban jiwa, sejumlah warga memutuskan untuk melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman.
Rumah-rumah yang berjarak kurang dari 100 meter dari tebing yang longsor mulai dikosongkan. Sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat di desa tetangga, sementara lainnya mendirikan tenda darurat di lokasi terbuka.
Sukri (48), warga yang tinggal sekitar 50 meter dari lokasi longsor, menyampaikan kekhawatirannya.
“Tanahnya terus bergerak. Dulu juga pernah longsor, tapi tidak sebesar ini. Kami memilih mengungsi sementara,” ujarnya.
Polsek Loa Janan telah berkoordinasi dengan aparat Desa Batuah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi teknis lainnya untuk memantau kondisi dan mengantisipasi bencana lanjutan.
Fokus utama adalah pengawasan terhadap pergerakan tanah dan memastikan tidak ada warga yang berada di zona berisiko.
BPBD Kukar mencatat, curah hujan tinggi selama sepekan terakhir menyebabkan kontur tanah di wilayah perbukitan KM 28 menjadi tidak stabil. Potensi longsor susulan tetap terbuka, terutama jika hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi kembali terjadi.
Kepala Pelaksana BPBD Kukar, Hendra Aji Susanto, menegaskan bahwa pihaknya sudah menerjunkan tim lapangan untuk memantau langsung perkembangan di lokasi.
“Kami sudah melakukan pemasangan garis pengaman, mendata warga terdampak, serta menyiapkan posko darurat jika situasi semakin memburuk. Kami imbau masyarakat tidak kembali ke rumah yang berada di radius 100 meter dari titik longsor sebelum kondisi benar-benar aman,” jelasnya. (ADV/DISKOMINFOKUKAR)





