Mahalnya Buku Penunjang SD dan SMP, Pemkot Samarinda Siapkan Lima Solusi

Andi Harun, Wali Kota Samarinda.

Ujarku.co – Pemerintah Kota Samarinda tengah menyiapkan lima opsi untuk mengatasi keluhan dari orang tua dan masyarakat mengenai biaya yang dianggap memberatkan dalam pembelian buku penunjang bagi siswa SD dan SMP.

Hal tersebut disampaikan Andi Harun, Wali Kota Samarinda usai mengikuti rapat pembahasan buku penunjang SD dan SMP di Balai Kota Samarinda, Jumat Malam (2/8/2024).

“Opsi pertama adalah membeli buku dengan anggaran Rp62,9 miliar tiap tahun. Opsi kedua, kita biaa putuskan untuk tidak menggunakan buku penunjang, tapi dampaknya terhadap literasi dan kualitas siswa sangat besar,” jelas Andi Harun.

Opsi ketiga, melibatkan pembelian buku sebagai inventaris sekolah, bukan untuk siswa yang ada dan menempatkannya di perpustakaan. Opsi tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp15-20 miliar.

Opsi keempat, melibatkan pembelian buku bagi siswa kurang mampu. Diperkirakan 30 persen dari total siswa, dan membutuhkan anggaran Rp18 miliar.

“Opsi kelima, kita bisa mencetak modul pembelajaran dari kementrian dalam bentuk digital yang biayanya sekitar Rp20 miliar,” bebernya.

Dengan adanya lima opsi tersebut, Pemerintah Kota Samarinda berupaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan mendukung perkembangan siswa di Samarinda. Keputusan selanjutkan akan dibahas pekan depan.

“Intinya kita tetap akan mengadakan buku penunjang itu,” tegas Andi Harun.

Asli Nuryadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Samarinda, menambahkan pihaknya akan segera melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk membahas implementasi dari opsi-opsi tersebut.

“Kami berharap langkah-langkah ini dapat membantu meringankan beban orang tua dan memastikan bahwa semua siswa memiliki akses yang sama terhadap materi pembelajaran,” tuturnya.(*)

Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar