Ujarku.co – Andi Harun, Wali Kota Samarinda bersama Saefuddin Zuhri, Wakil Wali Kota Rusmadi meninjau aset milik Pemerintah Kota di Jalan Abdul Wahab Sjahranie, Kamis (25/7/2025). Peninjauan ini dilakukan untuk menentukan pemanfaatan gedung bagi organisasi kepemudaan dan keolahragaan di Samarinda.
Dalam kunjungan tersebut, Andi Harun menjelaskan gedung pertama yang ditinjau diproyeksikan menjadi kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Samarinda. Namun, status penggunaannya masih bersifat sementara sambil menunggu keputusan lebih lanjut dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Samarinda.
“Kita belum akan menetapkan apakah ini akan jadi permanen atau hanya sementara sambil menunggu pembangunan kantor KONI lama. Nanti akan diurus oleh perangkat daerah di Disporapar,” ujar Andi Harun.
Selain KONI, pihaknya juga mempertimbangkan lokasi baru untuk Sekretariat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Samarinda. Hal ini menyusul laporan permasalahan dualisme organisasi KNPI di Samarinda telah berakhir dan kini telah menyatu di bawah satu kepengurusan.
“Saya mengambil kebijakan pada saat itu KNPI Kota Samarinda baru kita dapat fasilitasi ketika mereka bisa bersatu. Nah Alhamdulillah kita bersyukur KNPI Kota Samarinda sangat cepat untuk melakukan penyatuan,” jelasnya.
Andi Harun menambahkan, bekas kantor KNPI di Jalan Kemakmuran dinilai sudah tidak layak digunakan, sehingga pihaknya memutuskan untuk memindahkan sekretariat KNPI ke salah satu gedung yang sebelumnya digunakan oleh Pramuka di lokasi tersebut.
“Setelah kami tinjau tadi bersama Pak Wawali di Kemakmuran kami putuskan bahwa kondisinya tidak layak. Dan itu sebabnya saya bersama Pak Wawali sore ini juga mengunjungi fasilitas gedung dan kantor kita yang ada di kompleks ini,” kata Andi Harun.
Meski demikian, pihaknya akan memfasilitasi keberadaan Pramuka sebagai organisasi kepemudaan yang juga menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, dengan mempertimbangkan relokasi atau pengaturan ulang ruang yang tersedia.
“Pramuka juga adalah organisasi yang harus kita fasilitasi. Ya nanti kemungkinan ada satu dua ruangan atau mungkin ada tempat lain yang kita bisa reposisi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi Harun menyatakan pentingnya menyediakan ruang konsolidasi yang layak bagi pemuda. Ia yang juga pernah menjadi pimpinan KNPI tingkat provinsi memahami betul kebutuhan ruang organisasi pemuda.
“Nah kalau KNPI, kalau anak muda ini kan berkumpulnya hampir 24 jam. Saya ngerti betul bagaimana pemuda kita membutuhkan kantor untuk konsolidasi dan pimpinan organisasi,” ujarnya.
Terakhir, Andi Harun meminta Disporapar segera mengusulkan perbaikan-perbaikan mendesak di kedua gedung tersebut, mulai dari perbaikan atap bocor, pengecatan ulang, hingga kelengkapan fasilitas seperti AC dan air.
“Kita akan perbaiki supaya layak untuk menjadi tempat aktivitas teman-teman baik di KONI maupun di KNPI ataupun di Pramuka. Walaupun belum sempurna, nanti di tahun depan 2026 baru kita sempurnakan” tutupnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





