Ujarku.co – Komisi IV DPRD Samarinda memanggil Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Samarinda untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) berkaitan dengan pelaksanaan program di tahun anggaran 2023 ini.
Dari rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti menerima laporan bahwa realisasi anggaran yang berhasil terserap baru mencapai 20,16 persen.
“Ini sudah pertengahan tahun, tapi serapannya baru 20,16 persen. Pemerintah harus lebih serius,” tegas dia.
Ia mengakui, serapan anggaran tak bisa dijadikan satu-satunya acuan untuk menilai berjalannya program-program yang sudah direncanakan. Namun menurutnya, Pemkot Samarinda, melalui DP2PA harus bekerja lebih keras untuk memastikan hal-hal yang direncanakan sebelumnya selesai sesuai dengan target yang diharapkan.
“Jangan sampai, sudah pertengahan tahun tapi ada program yang belum dikerjakan sama sekali,” sambungnya mengingatkan.
Ia berharap, DP2PA Samarinda bisa kembali melakukan sinkornisasi program dengan kalender kerja yang sudah ditetapkan. Sehingga di penghujung tahun anggaran, dinas terkait bisa melaporkan hasil kinerja mereka kepada DPRD Samarinda.
“Yang lebih penting adalah, program mereka ini bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya. (ADV/DPRDSAMARINDA)





