Ujarku.co – Hajat besar kembali digelar oleh Persatuan Pemuda Muara Badak (PPMB) untuk para penggiat Usaha Kecil Menengah (UKM) lokal Muara Badak dan Masyarakat Muara Badak.
Gelaran yang bertajuk Expo Pesisir Kaltim itu mengangkat tema Pemuda Sebagai Penggerak Ekonomi Pesisir.
Kegiatan itu telah berlangsung sejak 26 Agustus 2023, dan dijadwalkan berakhir pada 2 september 2023 mendatang.
Kegiatan yang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp300 juta itu bertujuan untuk kembali menonjolkan usaha kecil masyarakat lokal di berbagai sektor.
Bukan kali pertama, PPMB menggelar event besar di kecamatan yang kaya akan hasil buminya itu. Dan kali ini, PPMB kembali membuktikan bahwa kegiatan yang langsung melibatkan warga lokal itu mampu dilaksanakan meskipun tanpa bantuan dari pemerintah dan para petinggi daerah lainnya yang memiliki kebijakan khusus mengenai penyelenggaraan besar di setiap kecamatan di Kabupaten Kutai Kartenagara.
Rudi Herawan, selaku Ketua Panitia Expo sekaligus salah satu pendiri PPMB menyebut, sejak dulu mereka sudah membuktikan kepiawaiannya dalam memanagemeni event di Kecamatan Muara Badak. Namun hingga saat ini, upaya upaya meraka tak dilirik sedikitpun oleh pemerintah.
Rudi menyebut, bukan anggaran besar yang mereka minta pada pihak pemerintah, namun dukungan menjadi harapan mereka.
Rudi membeberkan, saat ini pemerintah terkesan semakin arogan, bahkan Rudi yang diketahui sebagai Ketua Ekraf di Kecamatan Kutai Kartanegara berkali-kali mengajukan Event untuk memberdayakan masyarakat lokal tak kunjung mendapat respon.
Adapun yang ia terima hanya jawaban bahwa Muara Badak tak memiliki wakil rakyat di DPRD Kukar, hingga hal itu menjadi alasan kecamatan penyumbang PAD terbesar untuk Kukar itu, tak mendapatkan jatah melaksanakan Event besar yang melibatkan Pemuda di Muara Badak.
Disampaikan oleh Rudi, saat ini untuk wilayah pesisir, event hanya terselenggara di Samboja, Anggana, dan dalam waktu dekat di Marangkayu. Muara Badak kembali ditinggalkan.
“Ini sudah menjadi keluhan kami sepanjang tahun di kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Kukar saat ini. Kami sudah sampaikan dari tingkat kecamatan, sampai ke kabupaten. Namun hasilnya nihil. Akhirnya dengan kekuatan yang masih tersisa ini, kami terus berupaya memeriahkan kampung kami, meski terus terusan di abaykan oleh pihak pemerintah. Judul dari 1001 Festival Kukar itu, ya mungkin bukan untuk Muara Badak,” tegas Rudi.

Senada dengan Rudi, Ketua Persatuan Pemuda Muara Badak (PPMB) Muhammad Helmi, mengaku kecewa atas Pemerintahan Kukar yang berkali-kali tak mampu bahkan tak mau melibatkan mereka dalam perayaan apapun yang terselenggara di Muara Badak. Meski begitu, Helmi menegaskan bahwa hingga saat ini, pemerintah khususnya di Kecamatan Muara Badak, belum pernah menggelar event yang benar-benar mengayomi warga lokal.
“Sampai dengan hari ini, kegigihan kami atau disebut dengan kenekatan kami ini, bukan tanpa alasan. Hal ini kami lakukan, agar pihak pemerintah bisa bercermin dengan baik. Selama ini, kami belum pernah melihat pemerintah melakukan event yang berkualitas dan bermanfaat untuk warga lokal. Agenda besar ini pun bukan kali pertama yang kami lakukan. Ini sudah ke 3 kalinya. Dana kami semua real hasil swadaya, dan bantuan kecil dari beberapa perusahaan,” ungkapnya.
“Kami juga berkali-kali berupaya untuk bermohon ke kecamatan, jawaban mereka selalu sama saja, di janjikan namun tetap tak ada tindak lanjut. Bahkan beberapa Event pun yang harusnya dilaksanakan di Muara Badak, mereka pindahkan ke Kecamatan lain. Kami juga pernah coba sambung komunikasi dengan pihak dinas pariwisata Kukar, jawaban mereka miris sekali. Katanya kami tak dianggarkan oleh Dewan. Kan Lucu. Trus judulnya untuk program 1001 Festifal Kukar itu, apakah Muara Badak tidak termasuk dalam target itu?,” terang Helmi
Pelaksanaan Expo Pesisir Kaltim di gelar selama 1 pekan, di isi berbagai macam penampilan seni budaya, berbagai perlombayaan, dan puluhan hasil olahan kuliner dari masyarakat muara badak.
Meski diperuntukkan untuk masyarakat lokal di Muara Badak, pelaku usaha asal Samarinda, Bontang dan Anggana pun hadir untuk menampilkan hasil olahan dan kerajinan khas mereka.
Sementara itu, kegigihan kelompok muda di kecamatan penghasil minyak dan gas terbesar di Kaltim itu mendapat apresiasi besar dari tokoh masyarakat yakni Awang Yakub Lukman yang akrab di sapa AYL.
Dirinya menjadi satu-satunya pendukung atas inisiatif pengembangan UKM melalui pasar rakyat yang terselenggara di Lapangan Pertamina Hulu Sanga-sanga itu.
Sejak awal tim PPMB mendatangi AYL untuk menyampaikan hajat besar dari warga Muara Badak, tak fikir panjang, AYL mengaminkan dan menyambungkan komunikasi ke beberapa calon donatur sebagai bentuk perhatiannya kepada kelompok pemuda di Muara Badak.
“Terlepas dari semua kesulitan yang di hadapi adik adik kita di Kecamatan Muara Badak, kami berupaya membantu maksimal, dan tak akan pernah kami tinggalkan. Apa lagi saya sangat merasa terhormat ketika, kawan-kawan mengajak kami untuk terlibat. Ini menjadi spirit baru bagi saya, bahwa banyak hal yang memang harus dibenahi oleh pemerintah saat ini,” ujar AYL.
“Mengingat potensi SDM saat ini yang mau terjun langsung bergiat sosial seperti ini sulit di cari. Dan adik adik kita di Muara Badak, berbicara tentang manfaat besar untuk warga lokal bukan tentang profited untuk mereka,” pungkasnya. (*)
Penulis: Tirta
Editor: Eryadi





