Ujarku.co – Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) berencana mensimulasikan program makan bergizi gratis untuk anak-anak sekolah dasar (SD) dan sekolah luar biasa (SLB).
Akmal Malik, Pj Gubernur Kaltim, mengungkapkan rencana tersebut akan dimulai di tiga daerah, yakni Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, dan Samarinda, sebagai proyek percontohan.
“Ini akan kita mulai di tiga daerah awal Desember, walaupun anggarannya belum tersedia. Kita tetap akan melaksanakan simulasi percontohan untuk memberikan makan bergizi gratis kepada anak-anak sekolah, terutama di SD dan SLB,” ujar Akmal Malik, Jumat (29/11/2024).
Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak-anak di Kaltim, terutama mereka yang berada di lingkungan sekolah. Akmal menyatakan bahwa program tersebut tidak hanya akan menyasar sekolah negeri tetapi juga sekolah swasta di tiga wilayah tersebut.
“Saya sudah meminta Dinas Pendidikan untuk melibatkan sekolah negeri, swasta, dan SLB. Artinya, setiap kabupaten akan ada tiga sekolah percontohan: satu sekolah negeri, satu sekolah swasta, dan satu SLB,” tambah Akmal.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kaltim berharap dapat membangun budaya makan sehat sejak usia dini. Selain itu, pemberian makanan bergizi gratis juga diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menurunkan angka stunting di Kaltim.
“Kita ingin fokus kepada anak-anak, karena merekalah generasi masa depan Kaltim. Program ini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga untuk membangun kebiasaan yang baik dan mencegah masalah gizi buruk,” jelas Akmal.
Program tersebut akan dikelola oleh Dinas Pendidikan Kaltim bekerja sama dengan sekolah-sekolah yang terpilih sebagai lokasi percontohan. Akmal juga menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak, termasuk guru dan orang tua, untuk memastikan keberhasilan program tersebut.
“Jika program ini berjalan baik di tiga daerah percontohan, maka kita akan perluas ke wilayah lainnya di Kaltim. Saya yakin ini akan memberikan dampak positif yang besar, tidak hanya bagi anak-anak tetapi juga bagi komunitas sekolah secara keseluruhan,” pungkas Akmal.(*)
Penulis: Devi Mogot





