Ujarku.co – Dalam periode kepemimpinannya 2025-2030, Andi Harun, Wali Kota Samarinda, menjelaskan program unggulannya, Pro Bebaya, akan tetap berjalan. Namun, fokus utama program ini akan diarahkan pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pro Bebaya sendiri merupakan program yang memberikan kesempatan bagi setiap RT untuk lebih mandiri dalam pembangunan. Setiap RT menerima alokasi dana sebesar Rp100 juta per tahun guna menunjang berbagai inisiatif lokal.
Dalam konferensi pers di Anjungan Karangmumus Balaikota Samarinda pada Selasa (18/2/2025), Andi Harun menyampaikan bahwa Pemkot Samarinda akan memperkuat Badan Usaha Milik RT (BUMRT), yang akan mengubah sistem pelaksanaan program.
“Kegiatan yang awalnya bersifat pembangunan pemerintah kini akan diproduktifkan agar manfaatnya bisa dirasakan berulang kali,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia menyoroti kegiatan budidaya ikan tawar yang sebelumnya dikelola secara konvensional. Ke depan, kegiatan ini akan dikelola melalui BUMRT, sehingga warga dapat bertransaksi serta merencanakan pengembangan bisnis mereka.
Selain itu, Pemerintah Samarinda juga akan meningkatkan persentase program yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Banyak orang ingin berusaha tapi tidak memiliki pengetahuan. Ada juga yang sudah memiliki usaha tetapi belum memahami cara mengelolanya dengan baik,” jelas Andi.
Ia memberikan contoh terkait pengemasan produk lokal.
“Misalnya, ada yang membuat wadai (kue), tetapi kemasannya hanya menggunakan plastik kresek. Sekarang, mereka akan dididik untuk membuat kemasan yang lebih menarik, sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing di pasar,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemerintah Samarinda tidak lagi terlibat dalam pengerjaan proyek di wilayah-wilayah sempit, karena anggaran telah dialokasikan melalui Pro Bebaya untuk mendukung kemandirian ekonomi di tingkat RT.(*)
Penulis: Devi Mogot





