Proyek Revitalisasi Pasar Pagi Tuntas Tahap I, DPRD Apresiasi dan Ingatkan Pentingnya Perawatan Jangka Panjang

Gedung baru Pasar Pagi Samarinda

Ujarku.co – Proyek revitalisasi Pasar Pagi Samarinda terus menunjukkan perkembangan signifikan. Tahap I pembangunan fisik telah rampung 100 persen dan kini memasuki fase penyempurnaan sarana dan prasarana pendukung. Proyek ini ditargetkan rampung pada Oktober 2025.

Desy Damayanti, Kepala Dinas PUPR Samarinda, menyampaikan seluruh konstruksi fisik tahap I telah selesai dan perhatian saat ini difokuskan pada uji coba sistem keselamatan dan keamanan yang telah terpasang.

“Menurut pihak pelaksana, sistem tersebut sebenarnya sudah terpasang, baik sistem keamanan maupun keselamatan. Nantinya akan ada proses commissioning, yakni uji coba terhadap beberapa komponen seperti hidran, sprinkler, dan alarm,” terangnya saat ditemui di lokasi proyek pada Senin (14/7/2025).

Tak hanya itu, pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) turut dikebut sebagai bagian dari dukungan infrastruktur kebersihan dan sanitasi di kawasan pasar. IPAL difokuskan untuk menangani limbah dari area pasar basah yang berpotensi mencemari lingkungan.

“Deviasi progresnya sudah cukup baik. Awalnya target progres sekitar 40 persen, namun saat ini sudah mencapai 65 persen,” kata Desy.

Revitalisasi Pasar Pagi terbagi ke dalam dua tahap pembangunan dan ditargetkan rampung secara menyeluruh pada Oktober 2025. Pemkot Samarinda dan pihak pelaksana optimistis penyelesaian proyek dapat dilakukan lebih cepat dari jadwal.

“Dari pihak pelaksana juga optimis proyek ini bisa rampung sebelum Oktober,” pungkasnya.

Transformasi besar Pasar Pagi menjadi pusat perdagangan modern mendapat apresiasi dari Komisi III DPRD Kota Samarinda. Deni Hakim Anwar, Ketua Komisi III, menyebut revitalisasi ini mampu mengubah wajah kota menjadi lebih bersih, rapi, dan tertata.

“Pasar yang sebelumnya dikenal kumuh kini disulap menjadi pasar modern yang higienis, tertata rapi, dan tampil mewah secara visual,” kata Deni.

Ia menilai proyek senilai Rp148 miliar ini tak hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat tata ruang kota agar lebih nyaman bagi warga. Namun, Deni mengingatkan pentingnya perawatan jangka panjang sebagai tanggung jawab bersama.

“Perawatan gedung harus menjadi tanggung jawab bersama. Ini adalah milik warga Kota Samarinda, sehingga bukan hanya dinas terkait yang menjaga, tetapi seluruh warga juga harus ikut andil,” ujarnya.

Pihaknya juga menaruh perhatian pada distribusi los pasca-revitalisasi agar dilakukan secara adil dan tidak menimbulkan kesenjangan antar pedagang. Mereka juga mengapresiasi kesiapan teknis seperti lift, eskalator, dan fasilitas bangunan lainnya yang telah tiba dan siap dipasang.

Komisi III DPRD Samarinda berkomitmen mengawal proyek ini hingga tuntas, dengan harapan Pasar Pagi benar-benar menjadi ikon baru kebanggaan masyarakat serta simbol kemajuan tata kota Samarinda.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar