Ujarku.co – Baru-baru ini, kurang lebih sebanyak 3.900 peserta mengikuti Computer Assisted Test (CAT) untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Samarinda.
Mengenai potensi kecurangan dalam seleksi ini, Andi Harun, Wali Kota Samarinda, menjelaskan kemungkinan terjadinya kecurangan di Samarinda sangat kecil, bahkan hampir tidak ada.
“Penentuan kelulusan sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah pusat. Bahkan wali kota, kepala dinas, atau sekda tidak memiliki kewenangan sedikit pun dalam hal ini,” ujar Andi Harun kepada awak media usai menghadiri acara Penghargaan dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) pada Senin malam (16/12/2024).
Ia menjelaskan sistem seleksi yang berbasis komputer memastikan proses yang transparan dan real-time.
Menurutnya, pemerintah daerah hanya memiliki peran dalam mengusulkan kuota kebutuhan pegawai, tetapi persetujuan dan hasil akhir tetap menjadi kewenangan pusat.
“Lulus atau tidaknya peserta ditentukan oleh pusat. Daerah hanya menerima daftar siapa yang lulus tanpa campur tangan apa pun,” tambahnya.
Pelaksanaan ujian di daerah pun dinilai aman karena semua proses sudah terkomputerisasi. Namun, Andi Harun tetap meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan indikasi kecurangan, seperti penggunaan joki atau manipulasi data.
“Kalau ada yang bermain, sampaikan saja ke saya. Hari ini juga saya akan ambil tindakan, asalkan ada bukti dan tidak mengarah pada fitnah,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa jika ada oknum pemerintah daerah yang terbukti melakukan kecurangan, sanksi tegas akan diberikan, termasuk pemberhentian dari jabatan.
“Kalau ada orang dalam yang terlibat, dengan bukti yang valid, saya akan langsung berhentikan dari jabatannya,” ujar Wali Kota Samarinda itu.
Andi Harun menilai bahwa sistem CAT yang diterapkan saat ini sudah cukup efektif untuk meminimalisir potensi kecurangan.
“Prosesnya sudah lebih transparan dibanding sebelumnya. Semua data diproses langsung oleh sistem, sehingga peluang intervensi hampir tidak ada,” jelasnya.
Dengan demikian, Andi Harun mengimbau para peserta untuk mempersiapkan diri secara maksimal dan mengikuti proses seleksi dengan jujur.
“Jangan bergantung pada cara-cara curang, karena sistem ini dirancang untuk mendeteksi dan mencegah manipulasi. Fokus saja pada usaha terbaik kalian,” pungkas Andi Harun.(*)
Penulis: Devi Mogot





