Ujarku.co – Kabupaten Mahakam Ulu atau Mahulu sebagai salah satu kabupaten hasil dari pemekaran Kabupaten Kutai Barat (Kubar) yang disahkan pada tahun 2012 ini menyimpan banyak keunikan.
Mahulu yang dikenal saat ini erat kaitannya dengan kehidupan suku Dayak. Bicara suku Dayak tentunya tak lepas dari kegiatan ritual adat hingga makanan khas.
Tim redaksi Ujarku.co pun akan mengulas keunikan salah satu makanan khas dari Mahulu yang hingga kini masih dapat dicicipi oleh para pelancong yang datang ke Mahulu.
Makanan ini dibilang unik sebab dibungkus menggunakan tanaman Kantong Semar yang dikenal sebagai tanaman karnivora. Dengan di dalamnya diisi puding yang menimbulkan kesan lezat untuk dinikmati.
Makanan dengan bahan baku tanaman Kantong Semar ini pun menjadi primadona saat dihadirkan pada lomba kuliner tradisional yang diadakan oleh kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Mahulu dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Mahakam Ulu ke-9.
Lomba ini diikuti beberapa kecamatan yakni Kecamatan Laham, Long Hubung, Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari
Patrisia, anggota PKK Kecamatan Long Pahangai yang sempat diwawancarai pun membenarkan bahwa tanaman Kantong Semar memiliki banyak manfaat. Tak hanya untuk bahan makanan tapi juga sebagai obat tradisional.
Masyarakat suku Dayak Mahakam Ulu percaya tanaman Katong Semar yang tumbuh subur di sana dapat dimanfaatkan sebagai alternatif kesehatan tubuh.
“Salah satunya kami membuat Jus Buah Pangin, Sambal Buah Uping, dan Puding Kantong Semar,” sebut Patrisia.
Tak hanya puding, ternyata kata Patrisia, neneknya pada zaman dulu juga sering dilihatnya memasak nasi dengan Kantong Semar.
“Ini melekat sejarah kehidupan masyarakat zaman dulu. Saya sering lihat nenek masak nasi,” imbuhnya.
Tak jauh berbeda, Yovita Bulan, Ketua PKK Mahakam Ulu juga mengatakan, kalau tanaman Kantong Semar dulunya juga digunakan nenek moyang untuk mengobati orang sakit. Tidak cuma airnya akarnya pun diyakini berkhasiat.
“Bukan saja sebagai Anggrek hias, tetapi tanaman ini punya banyak manfaat,” katanya.
Sebenarnya, lanjut Yovita, hasil alam yang dapat diolah menjadi ragam kuliner khas dari Mahakam Ulu. Tapi banyak yang belum tahu. Sebab itu dia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan.
Setidaknya, ke depan ragam kuliner tersebut dapat terus dikembangkan, dan menjadi salah satu oleh-oleh tradisional khas Mahakam Ulu yang dapat di bawa pulang para tamu ataupun turis lokal maupun mancanegara.
“Kami berharap kuliner tersebut nanti bisa menjadi oleh-oleh khas Mahakam Ulu, yang diteruskan hingga dikenal dunia internasional,” tutupnya. (tim redaksi)
Penulis : ATW/Ujarku.co





