Ujarku.co – Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra menyoroti kinerja Satpol PP Samarinda, sebagai aparat penegak peraturan daerah (Perda).
Menurutnya, dalam menegakkan Perda, Satpol PP harus bisa bekerja dengan hati nurani, dan menjunjung tinggi rasa kemanusiaan.
Hal ini disampaikan Samri lantaran ia kerap melihat oknum Satpol PP yang bekerja dengan cara yang tidak benar.
Bahkan tak jarang masyarakat dibuat jengkel dengan cara-cara yang dilakukan Satpol PP. Seperti misalnya dalam hal penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan tidak pada tempatnya.
“Kadang dilaporkan pakai kekerasan, menggusur secara paksa. Jangan melampaui batas begitu, jangan main angkut,” tegas dia.
Samri meminta agar Satpol PP di lapangan tidak menghakimi para PKL, ataupun masyarakat Samarinda yang melanggar Perda.
Ia meminta agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi masyarakat kecil. Sekalipun melanggar aturan, menurutnya warga Samarinda tidak berhak mendapat perlakuan seperitu.
“Apa lagi dari pemerintahnya. Semestinya kit aini melindungi, membina, memberikan rasa aman ke masyarakat,” sambungnya.
Ia mengusulkan agar Satpol PP Samarinda bisa mengedepankan cara-cara yang persuasif.
Tindakan tegas yang mungkin memang perlu diambil pun sebisa mungkin tetap harus dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.
“Ditertibkan dengan baik, setelahnya koordinasi dengan instnasi lain. Dipindahkan ke mana mereka ini nantinya,” pungkas dia. (adv/DPRDSamarinda)








