Tekan Angka Stunting, DPPKB Samarinda Gaet 4 Pakar Ahli

I Gusti Ayu Sulistiani, Kepala DPPKB Kota Samarinda.

Ujarku.co – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Samarinda melakukan audit kasus stunting untuk mengevaluasi dan memaksimalkan penurunan angka stunting di Samarinda.

Menurut data pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI), angka stunting di Samarinda pada tahun 2023 berada di angka 0,9 persen dari tahun sebelumnya. Kepala DPPKB Kota Samarinda, I Gusti Ayu Sulistiani menerangkan bahwa angka tersebut mengalami penurunan.

“Di tahun 2022 itu angka stunting di Samarinda mencapai 25,3 persen, lalu turun menjadi 24,4 persen di tahun 2023. Penurunannya kecil sekali,” ujar Ayu Sulistiani, Kamis (20/6/2024).

Melihat angka stunting di Samarinda hanya mengalami penurunan yang kecil, pihaknya berupaya semaksimal mungkin untuk terus melakukan langkah-langkah untuk menekan angka stunting di 2024.

“Salah satu upayanya adalah meningkatkan kunjungan balita dan ibu hamil di posyandu, jadi penimbangan dan pengukuran bayi di bawah 5 tahun serentak di posyandu seluruh Indonesia bisa mencapai 90 persen,” jelasnya.

Pihaknya telah mengumpulkan data-data terkait anak stunting, yang nantinya akan dilakukan pengkajian oleh tim dari pakar obgyn, pakar anak, pakar psikologi dan pakar gizi.

“Di Samarinda menyebar 58 kertas kerja, di 8 Kecamatan dan 14 Kelurahan sesuai dengan lokusnya. Nanti dari kerja itu, kita serahkan ke tim pakar. Mereka yang akan menilai berbagai macam indikator,” jelas Ayu Sulistiani.

Dengan adanya bantuan dari tim pakar tersebut, Ayu berharap bisa mempercepat pengurangan tingkat stunting di Samarinda dengan menerapkan intervensi dan melalui audit untuk mencapai target yang diinginkan.

“Paling tidak dengan hasilnya nanti, tim pakar bisa menilai dan merumuskan bagaimana upaya untuk menurunkan angka stunting di Samarinda,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar