Ujarku.co – Kota Samarinda menduduki peringkat terendah se-Kaltim dalam partisipasi pemilih. Mengulas kembali pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2020 tingkat partisipasi hanya sebesar 301,555 orang atau 52,26 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 576,981 orang. Dimana jumlah tersebut belum memenuhi target nasional sebesar 77,63 persen.
Hal tersebut menjadi PR bagi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyarankan solusi untuk menyelesaikan PR tersebut adalah dengan melakukan sosialisasi kepada warga serta internal Pemkot Samarinda.
“Untuk di Pemkot kami akan tugaskan Camat dan Lurah serta Kesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) melakukan sosialisasi maksimal di seluruh wilayah kota Samarinda,” ujar Andi Harun diwawancarai usai acara pelantikan PPK, Kamis (16/5/2024).
Menurutnya, melakukan sosialisasi juga bentuk tanggung jawab bersama untuk menyukseskan Pilkada 2024 sebagai momentum demokrasi untuk menentukan arah masa depan kota Samarinda dan Kaltim 5 tahun kedepan.
“Dengan turun ke TPS, memberi pilihan kepada figur atau paslon (pasangan calon) yang dianggap dan diyakini amanah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kesbangpol Samarinda Sucipto Wasis menanggapi rendahnya partisipasi pemilih Pilkada 2020 dampak dari Covid-19. Untuk itu, ia meyakini partisipasi pemilih Pilkada 2024 akan meningkat.
“Kami akan lakukan sosialisasi pendidikan politik di Kecamatan. Khususnya di SLTA, yang memang ada waktunya kelas 3 itu sudah berusia 17 tahun,” tutur Sucipto Wasis.
Ia meyakini tingkat pemilih Pilkada 2024 Samarinda menyentuh target di angka 79 persen, bahkan ia optimis akan tembus 80 persen.(*)
Penulis: Devi Mogot





