Ujarku.co – Andi Harun, Wali Kota Samarinda, beberapa waktu lalu melakukan inspeksi ke kawasan Jalan Panglima Batur, guna meninjau langsung kondisi kebersihan dan infrastruktur di wilayah tersebut.
Dalam kunjungannya, ia menemukan sejumlah permasalahan yang perlu segera diatasi, termasuk praktik pembuangan sampah yang kurang teratur oleh pemilik toko di sekitar kawasan tersebut.
“Saya mendapati pemilik toko menaruh sampah di depan tokonya. Setelah saya wawancarai, ternyata rata-rata mereka membayar sekitar Rp80.000 per toko untuk jasa pengangkutan sampah. Namun, sampah tersebut diangkut menggunakan motor, yang kemungkinan besar diorganisasi oleh pihak RT setempat,” ungkap Andi Harun, Senin (13/1/2025).
Meskipun tidak ditemukan indikasi pungutan liar yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Andi Harun mengimbau masyarakat untuk melaporkan jika ada praktik semacam itu. Ia menegaskan kesadaran masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bersih.
“Kebersihan Samarinda tidak cukup hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Mari kita bersama-sama menjaga kota ini agar semakin bersih dan nyaman,” tambahnya.
Melihat kondisi trotoar dan sistem drainase yang kurang memadai, Andi Harun langsung memberikan instruksi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk segera melakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya revitalisasi drainase sebelum membangun kembali trotoar agar aliran air lebih lancar.
“Trotoar di kawasan ini harus diperbaiki, tetapi sebelumnya drainase harus direvitalisasi terlebih dahulu. Nantinya, kita juga akan membangun pintu air di sekitar Masjid Raya atau kantor pos untuk mencegah luapan air dari Sungai Mahakam ketika level air naik,” jelasnya.
Andi Harun juga menyoroti persoalan parkir di kawasan Panglima Batur. Ia meminta agar parkir diatur lebih rapi dengan sistem marka jalan, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan lain. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ketertiban sekaligus mendukung estetika kawasan.
Selain itu, Andi Harun menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Samarinda yang bersih dan tertib hanya bisa terwujud jika seluruh elemen masyarakat turut berkontribusi. Kita tidak bisa bergantung sepenuhnya pada pemerintah,” tegasnya.
Andi Harun juga mengingatkan pembangunan fisik seperti trotoar dan drainase tidak akan maksimal tanpa dukungan perilaku masyarakat yang bertanggung jawab. Ia berharap, dengan adanya perbaikan fasilitas publik, kesadaran kolektif untuk menjaga kebersihan juga semakin meningkat.
Pemerintah Kota Samarinda akan terus memantau perkembangan dan melibatkan masyarakat dalam setiap upaya perbaikan kota.
“Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu menjadikan Samarinda sebagai kota yang lebih bersih, tertib, dan nyaman untuk ditinggali,” pungkas Andi Harun.(*)
Penulis: Devi Mogot





