Ujarku.co – Hotmarulitua Manalu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda, menjelaskan pihaknya berkolaborasi dengan Pertamina dan Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk program Fuel Card edisi terbaru.
Inovasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengawasan penggunaan bahan bakar dan memastikan kelayakan kendaraan bermotor di Samarinda.
Fuel Card baru tersebut dilengkapi dengan mesin Electronic Data Capture (EDC) yang akan dipasang di setiap SPBU.
Menurut Manalu, setiap kendaraan yang ingin menggunakan Fuel Card harus lolos uji berkala (KIR). Hal tersebut dirancang untuk meningkatkan keamanan dan transparansi distribusi bahan bakar di kota Tepian.
Mesin EDC akan memverifikasi keaslian kartu dan memantau kuota bahan bakar yang digunakan.
“Jika kuota harian bahan bakar telah habis, pemilik kendaraan tidak akan dapat mengisi ulang di SPBU lain,” jelas Manalu belum lama ini.
Pemilik kendaraan yang telah memiliki Fuel Card diharuskan mengajukan permohonan untuk memperbarui atau mengganti kartu mereka dengan versi terbaru.
Sebelum kartu baru dicetak, Pertamina dan BRI akan membuat sistem persetujuan melalui aplikasi yang melibatkan Dishub Samarinda. Hal tersebut penting karena saat ini sekitar 1.900 kendaraan di Samarinda belum melakukan uji KIR secara berkala.
Dalam pelaksanaannya, Furl Card juga akan menolak kendaraan yang tidak layak jalan, termasuk yang melebihi batas dimensi dan muatan (overloading).
Manalu berharap, program tersebut dapat memperbaiki pengawasan bahan bakar dan memastikan bahwa kendaraan di Samarinda memenuhi standar kelayakan.
“Kami mendesak Pertamina untuk segera melakukan sosialisasi terkait inisiatif ini, dan berharap BRI memastikan semua SPBU dilengkapi dengan mesin EDC,” tambahnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





