Ujarku.co – Dalam rangka menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 serentak pada 27 November 2024, Abdurrahman Amin, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan pentingnya peran wartawan dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah maraknya pengaruh media sosial.
Menurutnya, pewarta memiliki tanggung jawab besar untuk menyampaikan informasi yang akurat dan mendalam kepada masyarakat.
“Psikologis kita, baik penyelenggara maupun pewarta, harus memahami bahwa Pilkada kali ini berbeda. Sebelumnya kita menghadapi Pilpres, dan sekarang masuk ke Pilkada. Dinamika ini menjadi sangat berwarna di era digital karena peran media sosial dalam membentuk persepsi publik sudah begitu dominan,” ujar Abdurrahman Amin dalam acara sosialisasi bertajuk “Peran Media Dalam Menangkal Hoax dan Ujaran Kebencian Pada Pilkada Tahun 2024” di Bagio’s Cafe, Rabu (20/11/2024).
Abdurrahman menyebutkan media sosial telah mengaburkan batas antara realitas dan persepsi. Ia mengingatkan pewarta agar tidak terbawa arus informasi yang dimanipulasi oleh algoritma atau teknologi yang digunakan untuk membangun citra para kontestan.
“Apa yang terjadi di media sosial seringkali hanyalah persepsi yang bisa dibentuk dan dicitrakan. Namun, kita sebagai pewarta harus tetap bekerja berdasarkan sistem editorial yang memprioritaskan kebenaran dan integritas,” tegasnya.
Ia juga mengkritisi fenomena di mana banyak informasi yang beredar tidak melalui proses verifikasi yang benar.
“Media sosial dengan gayanya boleh saja menyampaikan apa yang ada, tapi tugas kita adalah merekam dan melaporkan fakta yang nyata. Informasi yang kita sampaikan harus dapat dipercaya, karena ini menyangkut hak masyarakat untuk mengetahui kebenaran,” tambah Abdurrahman.
Lebih lanjut, ia menjelaskan wartawan memiliki akses unik untuk menjembatani berbagai pihak, mulai dari masyarakat marginal hingga kandidat pemimpin.
“Kemampuan teman-teman wartawan untuk mengakses semua lapisan masyarakat itu harus dimanfaatkan. Kita punya peluang untuk menggali informasi yang valid, baik dari masyarakat bawah maupun dari kandidat yang berlaga, lalu menyajikannya secara objektif kepada publik,” ujarnya.
Abdurrahman juga menekankan pentingnya wartawan sebagai penghubung antara masyarakat dan kandidat.
“Posisi kita sangat strategis. Kita bisa menjembatani visi dan misi calon agar dipahami oleh masyarakat, sekaligus membawa masalah-masalah nyata di masyarakat kemeja para kandidat untuk dijadikan inspirasi dan solusi,” ungkapnya.
Dalam penutupnya, ia mengingatkan wartawan untuk menjalankan tiga fungsi utama: menyebarkan informasi, memberikan pengetahuan baru, dan mengawasi jalannya kekuasaan.
“Fungsi ini adalah inti dari kerja jurnalistik kita. Jika kita menjalankannya dengan baik, kita tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pengawal demokrasi,” pungkas Abdurrahman.(*)
Penulis: Devi Mogot





