Ujarku.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur (Kaltim) memperluas penerapan program bilingual school di tahun ini. Setelah tahun sebelumnya hanya diterapkan di dua sekolah, kini program tersebut akan dijalankan di 170 sekolah jenjang SMA dan SMK.
Armin, Plt Kepala Disdikbud Kaltim, menyebutkan langkah ini menjadi terobosan besar dalam peningkatan mutu pendidikan di Benua Etam.
“Apalagi nanti ini kita akan mulai tahun ini, kita mulai bilingual school atau bilingual class. Kan tahun lalu 2 sekolah. Sekarang tahun ini 170 sekolah. Itu keren loh. Sudah mau menerapkan pembelajaran 2 bahasa,” ujarnya beberapa hari lalu.
Armin menjelaskan, pembelajaran akan menggunakan dua bahasa, yakni Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Dengan begitu, lulusan sekolah bilingual diharapkan memiliki kompetensi bahasa yang lebih baik untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Selain bilingual school, Disdikbud Kaltim juga sedang menyiapkan program Kelas Garuda. Program ini difokuskan untuk melahirkan lulusan yang siap melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
“Kita sudah briefing. Kita buka nanti kelas Garuda. Kelas Garuda itu nanti disiapkan kuliah di luar negeri,” ungkap Armin.
Ia menambahkan, program tersebut akan didukung dengan kerja sama antara Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan Pemerintah Provinsi Kaltim. “
Makanya nanti ada MOU Kemendikbudristek dengan Pemprov Kaltim. Hanya 12 sekolah se-Indonesia. Termasuk SMA 10. Ini kelas Garuda,” terangnya.
Untuk tenaga pendidik, Armin memastikan guru yang mengajar di kelas Garuda sudah melalui proses seleksi. Mereka dinilai memiliki kemampuan bahasa Inggris dan penguasaan mata pelajaran yang memadai.
“Kan guru SMA 10 kan sudah diseleksi kan? Jadi mereka udah bagus-bagus tuh,” jelasnya.
Target yang ingin dicapai dari program ini cukup ambisius. Armin berharap lulusan kelas Garuda dapat meraih skor TOEFL di atas 550 atau setara dengan standar internasional IELTS agar bisa diterima di universitas luar negeri.
Ia mengungkapkan, program bilingual sebelumnya telah diuji coba di SMK 2 Balikpapan dan SMA 14 Samarinda. Pemilihan sekolah tersebut sengaja dilakukan bukan dari kategori sekolah unggulan untuk menunjukkan bahwa semua sekolah berpotensi mengembangkan kualitas.
“Kenapa kita sengaja pilih yang bukan sekolah unggul. Supaya nanti orang lihat bahwa sekolah gini aja bisa. Apalagi SMA 1. Apalagi SMA 3 kan,” bebernya.
Armin optimistis dalam 2–3 tahun ke depan kualitas sekolah di Kaltim akan meningkat pesat melalui program bilingual dan Kelas Garuda.
“Jadi kalau mau kalian nanti lihat kita 2–3 tahun ke depan saya bayangkan sekolah-sekolah di Kaltim itu akan keren banget,” pungkasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





