Ujarku.co – Pemandangan tidak biasa terlihat saat mantan Wakil Wali Kota Samarinda yang sekarang menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Samarinda, Muhammad Barkati hadir ditengah-tengah kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) yang digelar Anggota DPRD Kaltim, Nidya Listiyono.
Muhammad Barkati diketahui berbeda bendera parpol dengan Nidya Listiyono sebagai kader Partai Golkar.
Kehadiran dua politisi dalam satu meja pertemuan ini disambut suka cita oleh warga yang hadir.
Apalagi saat diberi kesempatan bicara, Muhammad Barkati turut memberi pujian kepada Nidya Listiyono yang notabene adalah juniornya di dunia politik.
Sebagai mantan pemimpin Kota Samarinda, Muhammad Barkati memegang teguh semangat membangun Kota Tepian. Sebab itu ia mendukung penuh kegiatan seperti yang dilakukan Nidya Listiyono.
“Seyogyanya setiap Perda itu harus disosialisasikan ke masyarakat sampai lapisan bawah. Untuk apa dibuat kalau masyarakat sendiri tidak tahu,” ucapnya saat diwawancara usai kegiatan, Sabtu (25/2/2023).

Barkati berharap kegiatan semacam ini bisa dimengerti oleh masyarakat. Dan para pemangku kepentingan memiliki tugas menjelaskan secara terang maksud dan tujuan dibuatnya Perda tersebut.
“Setiap aturan pasti ada sanksi. Jadi masyarakat harus tau itu,” imbuhnya.
Disinggung mengenai kehadirannya di kegiatan kader Partai Golkar, Barkati menegaskan bahwa dalam membangun silaturahmi tidak harus melihat baju partai yang digunakan.
“Jangan tanya kenapa bisa Demokrat sama Golkar bisa duduk bersama. Intinya tujuan pertemuan ini adalah silaturahmi dengan masyarakat,” tuturnya.
Terpisah, Nidya Listiyono dalam kesempatan itu nampak bahagia bisa bertemu Muhammad Barkati. Ia mengaku sosok beliau layaknya orang tua yang memberikan semangat untuk menjadikan Kota Samarinda lebih baik lagi.
“Beliau ini adalah tokoh di Samarinda. Saya kenal pun bukan saat jadi wakil rakyat jauh sebelumnya sudah mengenal dan bekerja sama dengan beliau,” ungkapnya.
Sekretaris Fraksi Golkar di DPRD Kaltim itu menambahkan, bahwa jodoh politik bisa saja mengantarkan keduanya menuju tujuan yang sama.
“Intinya kita harus saling menghormati dan mendukung siapa pun yang memiliki keinginan membangun Kota Samarinda untuk lebih lagi,” pungkasnya. (*)
Penulis : ATW/Ujarku.co





