Ujarku.co – Walikota Samarinda Andi Harun menjadi narasumber di depan para pimpinan administrator angkatan I se-Kaltim pada forum yang digelar oleh LAN RI di Kampus PuslatbangKDOD Jalan H. Muhammad Ardans, Kamis (14/3/24).
Sebagai narasumber, Andi Harun memberikan materi tentang menejemen kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Materi tersebut merupakan hasil dari penyederhanaan Permen PAN & RB No.6/2022 Tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN.
“Saya berusaha untuk menyederhanakan ini tanpa harus keluar konteks peraturan perundang-undangan. Ribet tapi harus kita jalani,” katanya.
Melalui Teori ERG (Existense, Relatedness, and Growth) atau dalam bahasa Indonesianya ialah Eksistensi, Relasi, dan Pertumbuhan. Teori yang diperkenalkan oleh Clayton Paul Alderfer ini kemudian disadur Andi Harun untuk membuka topik diskusi.
“Dari teori besar itu lahir yang sekarang ini kita diskusikan tentang ‘kinerja’. Saya berpikir jangan-jangan ini kata berasal dari sintaksis kinetik-energi-kerja. Artinya sebuah hasil proses kerja yang berdampak, bertumbuh, dan berkelanjutan. Sehingga dalam kacamata Permen Pan & RB menjawab gap antara kinerja organisasi dan kinerja individu adalah dengan dialog kinerja.”
Ia menyampaikan bahwa pengelolaan kinerja pegawai mengalami perubahan dari Permen Pan No.8/2021 menjadi Permen Pan & RB No.6/2022, yang di mana menggunakan kuadran kinerja, metode cascading, dan tanpa ada persyaratan pembobotan untuk kinerja. Dengan begitu penerapannya akan menjadikan SKP (Sasaran Kerja Pegawai) sebagai yang terbaik.
“Kalau dulu secara individu yang lebih menonjol, kalau sekarang harus ada kerjasama tim. Karena dalam indikator yang diukur menejemen kinerja tim itu adalah kerja sama, selain responsibility dan kuantitas. Sehingga pimpinan dianggap sangat penting untuk mengembangkan pegawai yang disorientasi terhadap pencapaian kinerja organisasi. Karena perilaku yang diukur dalam SKP adalah apakah ekspektasinya tercapai,” pungkas Andi Harun. (*)
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta





