Ujarku.co – Hari Dermanto, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Timur (Kaltim), menekankan pentingnya peran generasi milenial dan Gen Z dalam memastikan penyebaran informasi yang akurat selama Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Dalam konteks kontestasi politik yang tinggi, Hari Dermanto mengungkapkan tantangan yang dihadapi pemilih dalam memperoleh informasi yang benar.
“Di tengah tingginya kontestasi politik, seringkali tim pemenangan berusaha menyebarkan informasi yang tidak sepenuhnya benar. Ini menjadi tantangan bagi pemilih untuk memastikan sumber informasi yang valid,” ujar Hari, belum lama ini.
Hari Dermanto menambahkan, informasi publik yang diterima masyarakat, terutama yang menimbulkan keresahan, harus dikonfirmasi ke penyelenggara Pilkada, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Sumber informasi yang benar adalah penyelenggara pemilu. Setiap informasi publik yang menimbulkan keresahan harus dikonfirmasi terlebih dahulu,” jelasnya.
Dia juga mengapresiasi aktivitas generasi milenial dan Gen Z di media sosial yang menunjukkan akses mereka terhadap berbagai informasi. Namun, Hari mengingatkan kualitas informasi yang diterima oleh generasi muda perlu diperhatikan.
“Meskipun kami menghargai tingginya aktivitas generasi milenial dan Gen Z di media sosial, kualitas informasi yang mereka terima dalam konteks Pilkada harus dipertajam. Kami berharap mereka dapat memilah dan memastikan informasi yang mereka sebarkan maupun konsumsi berasal dari sumber yang valid,” tambahnya.
Selain itu, Hari juga mengungkapkan kekhawatiran terkait potensi kerawanan selama Pilkada, terutama mengenai penyebaran berita bohong (hoax) dan isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA).
“Ada banyak masyarakat yang dipengaruhi oleh sentimen-sentimen tertentu, baik berdasarkan agama, suku, pendidikan, atau informasi hoax. Kami berharap kehadiran pemilih milenial dan Gen Z yang cukup banyak bisa meningkatkan kualitas pemilih dan kesadaran mereka akan informasi yang tepat,” ungkapnya.
Hari menekankan, kesadaran terhadap informasi yang benar harus diikuti dengan keberanian untuk melapor jika menemukan pelanggaran selama proses Pilkada.
“Generasi milenial dan Gen Z bisa menjadi sumber informasi bagi kami terkait dugaan pelanggaran yang terjadi. Kami berharap mereka berani melapor jika menemukan pelanggaran,” tutup Hari Dermanto.(*)
Penulis: Devi Mogot





