Ujarku.co – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Timur (Kaltim) telah menyerahkan Barang Milik Negara (BMN) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dengan total nilai mencapai Rp280 miliar.
Hal tersebut disampaikan oleh Indra Rozali Saputra, Kepala BPPW Kaltim. Indra menjelaskan penyerahan tersebut mencakup berbagai sektor infrastruktur, termasuk permukiman, penataan kawasan, pengelolaan sampah, instalasi air minum, hingga fasilitas pendidikan dan sanitasi.
“Jadi, memang ada sektor permukiman, penataan kawasan di Karang Mumus, tempat pengelolaan sampah, TPA, instalasi air minum, dan infrastruktur air limbah lainnya. Secara kumulatif, nilainya hampir Rp250 miliar,” ujar Indra belum lama ini.
Penyerahan BMN ini juga mencakup rehabilitasi beberapa fasilitas pendidikan, seperti SD negeri, SMP negeri, dan sekolah luar biasa (SLB). Indra menambahkan pihaknya menargetkan rehabilitasi 20-30 sekolah yang belum tersentuh, sebagai bagian dari strategi peningkatan infrastruktur pendidikan di Samarinda.
“Ke depan, kami akan menargetkan rehabilitasi untuk SD negeri, SMP negeri, hingga SLB yang belum tertangani sebelumnya. Selain itu, kami juga memprioritaskan pengelolaan air limbah dan penyediaan air minum,” jelas Indra.
Saat ini, cakupan layanan air minum di Samarinda telah mencapai 85 persen dan diharapkan dapat mencapai 100 persen pada tahun 2028.
Indra mengapresiasi sinergi bersama Pemkot Samarinda dalam upaya memenuhi kebutuhan infrastruktur masyarakat.
“Langkah-langkah ini tentu membutuhkan kolaborasi yang kuat, tidak hanya melalui pendanaan pemerintah, tetapi juga melibatkan pihak swasta. Ini sangat penting untuk memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas,” ungkapnya.
Selain itu, pihak Balai dan Kementerian PUPR terus bekerja sama dengan stakeholder lain untuk menyusun strategi pengembangan infrastruktur yang lebih efisien.
“Kami akan bersinergi, baik dari aspek pembiayaan, kolaborasi kebijakan, maupun pelibatan swasta. Untuk penyediaan air minum, misalnya, kami akan merumuskan kebutuhan dan kapasitas instalasi, serta menentukan cakupan area yang menjadi prioritas,” tambah Indra.
Indra juga memastikan semua rencana ini akan diwujudkan secara konkret, sejalan dengan arahan Wali Kota Samarinda.
“Seperti yang disampaikan Pak Wali tadi, semua semangat ini harus diwujudkan dalam langkah nyata. Mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, semuanya harus dijalankan dengan baik,” tutup Indra.(*)
Penulis: Devi Mogot





