Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR & Pera) memastikan program pembiayaan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tetap dapat diakses, termasuk oleh mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap.
Aji Muhammad Fitra Firnanda, Kepala PUPR & Pera Kaltim, menjelaskan mekanisme perbankan tidak menutup akses hanya untuk masyarakat dengan pendapatan tetap.
“Tadi sudah saya jelasin mekanisme perbankan itu tidak menutup hanya yang fix income atau berpenghasilan tetap, yang tidak berpenghasilan tetap pun bisa sepanjang dia bisa membuktikan bahwa dia mempunyai kemampuan setiap bulannya untuk menabung untuk bayar cicilan rumah,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Ia mencontohkan, seseorang yang mampu menyisihkan sebagian penghasilannya minimal Rp1 juta per bulan masih bisa mendapatkan pinjaman.
“Kalau dia dievaluasi misal dia punya kemampuan menabung paling tidak menyisihkan dari penghasilan dari biaya hidupnya misal Rp1 juta/bulan, nah kenapa tidak? Dikasih pinjaman cicilannya Rp1 juta untuk bisa membayar rumah,” jelasnya.
Menurut Firnanda, banyak masyarakat yang tidak berpenghasilan tetap justru memiliki penghasilan lebih besar dibandingkan yang berpenghasilan tetap. Selama masih masuk dalam kategori MBR, mereka tetap bisa mengajukan pembiayaan rumah.
“Kan banyak orang yang tidak berpenghasilan tetap tapi jauh lebih besar daripada yang punya penghasilan tetap dan dia masih masuk ke dalam MBR,” tambahnya.
Meski begitu, keputusan akhir tetap berada di pihak perbankan.
“Tetap ada ruangnya, tapi masalah diputuskannya mereka mampu atau tidak itu dari perbankan yang memutuskan, karena Pemprov belum intervensi sampai kesana, tapi peluang itu ada,” tegas Firnanda.
Tercatat ada empat bank yang sudah bekerjasama dalam program ini, yakni BTN Syariah, BTN Konvensional, Bank Kaltimtara, dan Bank Mandiri. Melalui sinergi tersebut, Pemprov Kaltim berharap lebih banyak masyarakat dapat memiliki rumah layak huni dengan pembiayaan yang terjangkau.(*)
Penulis: Devi Mogot





