“Bubur Ayam Berkah” Ubah Nasib Perantau dari Jawa Timur

Gunawan, pedagang bubur ayam yang sukses mengembangkan usahanya di Samarinda.

Pembuka

Kisah inspiratif kadang banyak dilewatkan.

Perlu ngopi bareng, curhat-curhatan, sampai nonton talk show baru bisa mendengar kisahnya.

Ujarku.co coba sajikan dalam bentuk tulisan. Semoga pembacanya bisa termotivasi menjalani hidup yang penuh tanda tanya, kata penyanyi dangdut Via Vallen.

Pengalaman hidup Pakle Gunawan penjual bubur ayam keliling yang sukses membangun usaha dari nol ini dibuat berdasarkan cerita singkat narasumber.

Pakle Gunawan sendiri saat ditemui tidak dalam keadaan bersantai. Ia bercerita sambil melayani pembeli yang datang.

Memang ramah orangnya. Di sela-sela kesibukannya masih mau berbagi cerita tentang perjalanan hidupnya menjadi pengusaha bubur ayam.

//

//

//

Ujarku.co – Laris jualannya Pakle ? “Alhamdulillah rame mas hari ini”.

Kalimat tanya jawab ini awal mula bincang-bincang saya dengan penjual bubur ayam dimulai.

Gunawan namanya, usianya 45 tahun, asal Jawa Timur, merantau ke Ibu Kota Kalimantan Timur pada tahun 1999 silam.

Mulanya, Pakle Gunawan yang kala itu masih berstatus lajang memberanikan diri merantau ke luar daerah dengan harapan bisa mengangkat perekonomian keluarganya di kampung.

Harapan ini lah yang membawanya sampai ke Samarinda.

Gunawan menceritakan, saat pertama kali menginjakan kaki di Samarinda ia langsung bekerja sebagai pedagang bubur ayam keliling.

Eitsss, tapi ini bukan usaha miliknya. Pakle Gunawan cuma ikut bekerja dan digaji oleh pemilik usaha.

Profesi ini ia jalani beberapa tahun. Sampai akhirnya ia memutuskan berhenti karena alasan gaji yang didapat tidak cukup untuk menghidupi keluarganya.

Laki-laki dengan perawakan mungil ini sempat merasa putus asa. Ia pun memutuskan pulang ke kampung halamannya dengan harapan yang sama seperti waktu memutuskan merantau.

“Ya siapa tau di kampung ada kerjaan bagus mas,” kata Gunawan sambil tertawa.

Karakter Pakle Gunawan ini menurut saya memang sosok yang periang. Kelihatan saat ia melayani pembeli, selalu melempar senyum manisnya.

Tunggu dulu ! Ceritanya belum selesai.

Nah, ternyata kata Pakle Gunawan di kampungnya, ia malah jadi pengangguran. Sulit mendapat pekerjaan. Sudah mencari ke mana-mana juga tidak dapat.

Kepusingan Pakle Gunawan bertambah, saat merantau ia masih berstatus lajang. Namun saat pulang ke kampung ia sudah menikah dengan seorang perempuan bernama Samiyati yang sekarang berusia 39 tahun.

Anehnya, karena situasi ini, Pakle Gunawan bukannya berfikir dangkal justru ia berfikir lebih dalam. Awalnya merantau jadi karyawan bubur ayam, kali ini ingin merantau lagi tapi jadi bos bubur ayam.

Karena pikiran itu, Pakle Gunawan kembali memutuskan merantau ke Samarinda.

Berbekal pengalamannya bekerja sebagai karyawan bubur ayam, Pakle Gunawan sudah tahu resep bubur ayam yang lezat. Maka ia bersama sang istri membuat satu gerobak untuk berdagang bubur ayam yang ia namai Bubur Ayam Berkah.

Seperti namanya, usaha Pakle Gunawan memang membawa berkah. Dagangannya laris manis ditempat ia berjualan, seputaran Jalan Teuku Umar, Karang Paci.

“Alhamdulillah satu hari ya lumayan, bisa lebih dari 50 mangkuk,” ungkapnya.

Bubur ayam olahan Pakle Gunawan ini memang enak. Kalau ciri-ciri makanannya berkuah merah dengan isian ayam suwir, telur ayam, tomat, emping, dan tentunya bubur sebagai bahan dasarnya. Yang bikin spesial Pakle Gunawan menyediakan ceker ayam sebagai lauk tambahan dan minuman air mineral gratis.

Yang doyan ceker ayam pasti senang makan bubur ayam Pakle Gunawan… He he he he

Sekarang usaha yang dirintis Pakle Gunawan bersama istrinya sudah berkembang. Sudah ada satu cabang di Samarinda yang dijaga oleh adik kandungnya.

Meski dengan konsep yang sama, bubur ayam gerobak, rezeki Pakle Gunawan seperti mengalir deras.

Ia buka di Jalan Antasari. Tepatnya dekat putaran sebelum Jalan Siradj Salman di depan bangunan ruko milik orang.

Bubur Ayam Barokah buka dari pagi hari sekitar pukul 06.30 WITA dan tutup sekitar pukul 10.00 WITA.

Jangan heran, kalau mampir di Bubur Ayam Barokah pasti sedikit antri. Sebab banyak sekali pelanggannya dari berbagai macam usia.

“Ya namanya pagi-pagi ya mas pasti orang cari sarapan. Mungkin cocoknya sarapan bubur,” ucap Gunawan.

Karena kerja kerasnya bersama istri selama 10 tahun lebih terjawab hasilnya, kini Pakle Gunawan banyak memiliki pelanggan tetap. Sampai-sampai usahanya ini banyak dikenal warga Samarinda.

Oh iya, Pakle Gunawan ternyata mempunyai dua orang anak. Keduanya saat ini sedang menempuh pendidikan sarjana di salah satu kampus di Kota Samarinda.

“Semua ya karena usaha ini mas. Anak-anak saya semua bisa kuliah,” tutupnya. (*)

Penulis : ATW/Ujarku.co

Tag Berita

Bagikan

Komentar