Ujarku.co – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kota Samarinda merencanakan melakukan program usulan Kelurahan Ramah Perempuan dan Peduli Anak (KRPPA). Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Sekretaris DP2PA, Deasy Evriyani usai mengikuti rapat dengar bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Kamis (20/6/2024).
Program KRPPA merupakan desa/kelurahan yang mengintegrasikan perspektif gender dan hak anak dalam tata kelola penyelenggaran pemerintah desa, pembangunan desa, serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat desa yang menyeluruh dan berkelanjutan, serta sesuai dengan visi pembangunan Indonesia.
“Projeknya tengah diurus sama teman-teman, dan ini menjadi salah satu indikator untuk pendongkrak percepatan terjadinya Kelurahan layak anak atau Desa layak anak kita,” ujar Deasy.
Dari program KRPPA akan menghasilkan suatu wadah bagi perempuan dari berbagai identitas yang mempunyai kepentingan yang sama memajukan diri dan kemajuan desanya. Serta melahirkan Forum Anak sebagai tempat anak-anak beraktivitas yang mendapatkan ruang bermain namun tetap dapat membangun kreativitas yang aman.
“Makanya kami sedang melakukan untuk evaluasi kota layak anak tahun di 2024 ini, dimana ya target Kami adalah harus mendapatkan poin dari nidya ke utama yang poinnya ada 800 sampai 900 poin,” jelas Deasy.
Saat ini Kota Samarinda telah berada pada sudah berada di tingkat Nidya. Namun, pihak DP2PA terus berupaya untuk melakukan terobosan untuk meningkatkan ke tingkat Utama kategori kota layak anak.
“Kalau Samarinda sampai ke tingkat utama, berarti Kota Layak Anak kita sudah dalam posisi yang memiliki impack yang tinggi,” terangnya.
DP2PA akan terus berkomitmen untuk menyelesaikan program-program yang ada dan berharap agar kebijakan anggaran dapat meningkat untuk memenuhi segala kekurangannya.
“Untuk usulan anggaran sebanyak Rp12 miliar itu kita usulkan di perubahan, ditambah Rp4 miliar jadi total Rp16 miliar secara keseluruhan dalam tahun ini. Tetapi yang disetujui kita belum tahu ada berapa,” pungkas Deasy.





