Ujarku.co – Muhammad Darlis Pattalongi, Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menekankan pentingnya pengelolaan Corporate Social Responsibility (CSR) di Benua Etam agar tidak berjalan secara parsial.
Menurutnya, CSR perlu dikelola terintegrasi melalui lembaga yang kredibel, seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), sehingga manfaatnya dapat lebih luas dirasakan oleh masyarakat.
“Saya melihat pengelolaan CSR di beberapa daerah bisa berjalan baik karena terstruktur dan diatur regulasi. Harapan kami, di Kaltim CSR dapat dimandatkan kepada Baznas sebagai lembaga yang sudah berpengalaman,” tegas Darlis.
Ia menilai, selama ini penyaluran CSR perusahaan di Kaltim cenderung tidak terkoordinasi dengan baik. Akibatnya, dampak yang dihasilkan tidak optimal.
Darlis menambahkan, jika CSR perusahaan dihimpun dan dikelola terpadu bersama dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS), serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL), maka potensi yang terkumpul akan lebih efektif.
Menurutnya, integrasi dana CSR dengan ZIS dan DSKL akan lebih mendukung program pembangunan serta kesejahteraan masyarakat secara berkesinambungan.
“Kami ingin CSR dari seluruh perusahaan di Kaltim bisa dikumpulkan dan dikelola secara terkoordinir, sehingga manfaatnya lebih terasa bagi masyarakat dan sejalan dengan program pemerintah daerah,” tandasnya.
DPRD Kaltim menilai upaya ini sejalan dengan semangat peningkatan partisipasi perusahaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, pengelolaan terpadu juga dianggap dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana CSR.
Melalui gagasan ini, DPRD Kaltim berharap perusahaan lebih aktif berkolaborasi dengan Baznas dan pemerintah, sehingga pengelolaan CSR benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.(*)
Penulis: Devi Mogot





