Ujarku.co – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda tengah menghadapi dilema terkait kekosongan posisi guru di sekolah. Untuk itu mereka mengadakan diskusi hal tersebut di Kantor Disdikbud Samarinda, Selasa (24/9/2024).
Helena, Sekretaris Disdikbud Samarinda, menjelaskan meski Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 mengamanatkan pengangkatan pengganti untuk guru yang pensiun atau mengundurkan diri, regulasi tersebut bertentangan dengan larangan pengangkatan pegawai non-ASN.
“Kami ingin mengangkat pengganti, tetapi di sisi lain ada Pasal 65 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN yang mana pejabat pembina kepegawaian dilarang mengangkat pegawai non-ASN untuk mengisi jabatan,” ujar Helena.
Menurut Helena, setiap tahun ada sekitar 200-300 guru yang pensiun, belum termasuk yang meninggal atau mutasi.
“Dengan jumlah pensiun yang begitu banyak, siapa yang akan mengajar di sekolah-sekolah kita?” tegasnya.
Hal tersebut menjadi semakin mendesak, terutama ketika proses pembelajaran harus tetap berlangsung tanpa ada guru pengganti yang cukup.
Dalam upaya mencari solusi, Helena menjelaskan pihaknya telah mengundang Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk berdiskusi.
“Kami perlu mencari jalan keluar bersama, karena dunia pendidikan bergerak sangat cepat,” tambahnya.
Salah satu opsi yang dibahas adalah sistem outsourcing untuk mengisi kekosongan, meskipun tetap harus melalui proses seleksi.
Sementara itu, Helena menegaskan saat ini Disdikbud Samarinda hanya dapat membuka formasi untuk P3K, yang juga terhambat oleh tahapan yang panjang.
“Kita tidak bisa terus menunggu, sementara kekosongan di sekolah mengakibatkan dampak serius, termasuk peningkatan risiko perundungan di antara siswa,” ungkapnya.
Helena berharap agar diskusi tersebut dapat segera menghasilkan regulasi yang mendukung pengangkatan guru, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar.
“Urgensi ini harus diatasi dengan cepat agar anak-anak kita tidak kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan yang baik,” tutupnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





