KPU Kaltim Siapkan Tiga Sesi Debat Pilgub 2024

Abdul Qayyim Rasyid, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya KPU Kaltim

Ujarku.co – Abdul Qayyim Rasyid, Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim, mengumumkan debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim 2024 akan segera dijadwalkan.

“Kami merencanakan debat ini akan dilaksanakan sebanyak tiga kali, dengan dua sesi di luar Kaltim dan satu sesi di Kaltim sendiri. Waktu dan kepastiannya akan kami putuskan dalam Rapat Pleno mendatang,” ujarnya, Jumat (27/9/2024).

Debat tersebut diharapkan menjadi panggung bagi para kandidat untuk merajut impian dan harapan masyarakat Kaltim melalui paparan visi, misi, serta program kerja mereka.

Abdul Qayyim menegaskan materi debat akan mencakup isu-isu krusial yang menjadi denyut nadi kehidupan di Bumi Etam, mulai dari peningkatan kesejahteraan masyarakat, optimalisasi pelayanan publik, hingga penyelesaian persoalan daerah yang kerap kali menjadi tantangan pembangunan.

“Debat ini adalah kesempatan emas bagi para calon untuk memperlihatkan komitmen mereka terhadap rakyat Kaltim. Kami ingin masyarakat dapat mendengar langsung apa yang akan dilakukan oleh para pemimpin ini untuk menjawab berbagai tantangan, serta bagaimana mereka akan membawa Kaltim sejalan dengan kebijakan nasional,” jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya untuk menjadikan debat ini sebagai arena demokrasi yang inklusif.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan partisipasi dari berbagai kalangan, termasuk memberikan akses bagi penyandang disabilitas agar dapat turut serta dalam debat ini. Keterbukaan dan inklusivitas adalah hal yang kami junjung tinggi dalam setiap proses demokrasi,” tambahnya.

Dengan digelarnya debat tersebut, pihaknya berharap seluruh lapisan masyarakat dapat terlibat aktif, tidak hanya sebagai penonton, tetapi juga sebagai bagian dari proses demokrasi yang sehat dan berkualitas.

“Kami ingin masyarakat Kaltim tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga menjadi pemilih yang cerdas dan kritis, mampu menilai setiap gagasan dan program yang ditawarkan oleh para calon,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar