Pemerintah Kaltim Serahkan Stadion Segiri ke Pemkot Samarinda, Borneo FC Siap Kembali Berlaga

Kunjungan Akmal Malik, Pj Gubernur Kaltim ke Stadion Segiri Samarinda

Ujarku.co – Pemerintah Kalimantan Timur (Kaltim) secara resmi menyerahkan pengelolaan Stadion Segiri kepada Pemerintah Kota Samarinda, yang selanjutnya akan bekerja sama dengan manajemen Borneo FC. Keputusan ini dilakukan setelah renovasi stadion rampung dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran sebesar Rp81 miliar.

Renovasi yang berlangsung pada 2023 hingga 2024 ini mencakup berbagai peningkatan fasilitas, seperti penggantian struktur tribun barat, perbaikan lapangan sesuai standar FIFA, pemasangan kursi untuk 12.000 penonton, serta pembangunan beberapa ruangan sesuai standar Liga Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk memastikan Stadion Segiri dapat digunakan sebagai home base Borneo FC dengan fasilitas yang lebih baik.

Felix Joni Darjoko, Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Kaltim, menekankan pentingnya tata kelola yang baik dalam pemanfaatan stadion.

“Stadion ini sebenarnya milik masyarakat, tapi yang harus kita jaga adalah tata kelolanya. Aset pemerintah harus dimanfaatkan secara tepat dan sesuai aturan,” ujarnya.

Menurut Felix, proses penyerahan stadion ini akan menggunakan mekanisme kerja sama antar daerah yang melibatkan Pemerintah Kaltim, Pemerintah Samarinda, serta BPKP dalam pendampingan.

“Kami akan memastikan semuanya sudah sesuai, baik dari status kepemilikan, pengelolaan aset daerah, hingga kerjasama dengan pihak kota dan Borneo FC,” tambahnya.

Akmal Malik, Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim juga turut meninjau langsung kondisi Stadion Segiri bersama perwakilan BPKP, Pemerintah Kota Samarinda, serta Dinas PUPR. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas pembangunan stadion yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim.

“Kita bersyukur memiliki stadion yang hebat ini. Sekarang, kita serahkan pengelolaannya kepada Kota Samarinda agar bisa dimanfaatkan oleh Borneo FC sebagai home base,” kata Akmal, Senin (10/2/2024).

Namun, ia juga mengingatkan meskipun stadion telah rampung dibangun, masih ada masa pemeliharaan selama enam bulan sesuai regulasi. Oleh karena itu, pihaknya meminta BPKP untuk mengawal proses kerja sama antara Pemerintah Samarinda dan manajemen Borneo FC.

“Teman-teman Borneo FC membutuhkan stadion ini untuk bertanding. Kami tidak ingin menghambat mereka, tapi juga harus mengikuti aturan. BPKP akan membantu mengawasi agar semuanya berjalan lancar tanpa merusak fasilitas yang baru selesai dibangun,” jelasnya.

Selain itu, Pj Gubernur Kaltim berharap agar Wali Kota Samarinda beserta jajaran segera berkoordinasi dengan manajemen Borneo FC untuk memastikan pengelolaan stadion dapat berjalan dengan baik.

“Kami berharap semua pihak segera duduk bersama dan menyepakati mekanisme pengelolaan. Jangan lupa, tetap dalam asistensi BPKP agar semuanya sesuai aturan,” tambahnya.

Dengan pengelolaan yang tepat, Stadion Segiri diharapkan dapat menjadi rumah bagi Borneo FC dan membantu meningkatkan prestasi tim di kancah nasional maupun internasional.

“Kami ingin stadion ini tidak hanya bermanfaat bagi Borneo FC, tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat Kaltim. Dengan fasilitas yang lebih baik, semoga Borneo FC bisa semakin berprestasi,” tutupnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar