Ujarku.co – Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur (Kaltim) masa jabatan 2024 – 2029 resmi dilantik oleh Hendry Ch. Bangun, Ketua Umum PWI Pusat. Pelantikan tersebut diselenggarakan di Gedung Olah Bebaya Lamin Etam Samarinda, pada Jumat (26/7/2024).
Abdurahman Amin, Ketua PWI Kaltim menjelaskan, kepengurusannya memiliki tiga program prioritas. Diantaranya adalah meningkatkan kompetensi, penyediaan fasilitas organisasi yang representatif dan menjadikan PWI sebagai organisasi yang inklusif.
Dalam program peningkatan kompetensi, ia menginginkan peningkatan skill kapasitas dan kualitas dengan mengundang pembicara ahli dalam suatu pelatihan untuk wartawan di Kaltim.
Khusus program kedua, ia ingin mengembalikan fungsi Gedung PWI Kaltim bukan hanya sebagai kantor organisasi, tetapi menjadi wadah bagi wartawan untuk berdialog dan berdiskusi.
“Kami memiliki kantor dari tahun 1995 sampai sekarang masih utuh gedungnya dan belum mendapat perbaikan sama sekali. Saya berharap kantor PWI Kaltim nantinya menjadi tempat wartawan untuk berdiskusi, melakukan kajian-kajian jurnalistik yang menjadi kontribusi ke masyarakat yang turun dari sebuah tempat representatif itu,” jelas Rahman.
Program ketiga ialah, menjadikan PWI Kaltim sebagai organisasi yang inklusif. Rahman menginginkan kehadiran PWI Kaltim menjadi naungan bagi wartawan agar mendapatkan perlindungan profesi, serta menemukan kader-kader bertalenta untuk bersama-sama mengembangkan PWI Kaltim.
“Kita tahu media belakangan hingga sampai saat ini berkembang dengan pesat, kita berharap tidak ada wartawan yang tidak ada naungan organisasi. Bernaung di PWI Kaltim, ketika teman-teman melakukan tanggung jawabnya di dalam proses peliputan bisa memiliki perlindungan profesi,” ucapnya.
Selain ketiga program diatas, PWI Kaltim memiliki program khusus yaitu Wartawan Spesialis. Dimana program yang mengelompokan wartawan berdasarkan ketertarikan mereka saat meliput kategori suatu berita.
“Setiap wartawan kan punya satu kecenderungan, kita ingin pengelompokan wisatawan berdasarkan passion mereka. Ada yang suka menulis berita olahraga, politik, kriminal dan lain-lain. Ini yang ingin kita geber potensinya dan menghadirkan praktisi-praktisi langsung, agar tulisan yang dihasilkan bisa menjadi rujukan pemangku kepentingan,” pungkas Rahman.(*)
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda





