Ujarku.co – Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) merespons serius polemik antara warga Samboja Barat dan perusahaan tambang PT Singlurus Pratama dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Selasa (5/8/2025) di Gedung DPRD Kaltim.
Persoalan yang dibahas dalam forum tersebut mencakup tuntutan warga atas ganti rugi dampak aktivitas tambang dan desakan agar reklamasi pasca tambang segera direalisasikan. Dalam pertemuan itu, perusahaan mengklaim bahwa kewajiban telah ditunaikan, namun warga menyatakan sebaliknya.
“Pihak perusahaan menyatakan bahwa ganti rugi telah dibayarkan, namun masyarakat menyebut masih ada yang belum diselesaikan,” ujar Reza Fachlevi, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim.
Untuk memastikan duduk perkara secara menyeluruh, Komisi III memutuskan akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Hal ini penting untuk mengklarifikasi berbagai klaim dan mengurai benang kusut polemik yang tengah berlangsung, salah satunya terkait status lahan.
“Lahan yang digunakan PT Singlurus Pratama diketahui merupakan wilayah PKP2B, namun di sisi lain ada tuntutan dari masyarakat yang merasa dirugikan,” kata Reza.
Kunjungan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mengecek langsung reklamasi yang diklaim telah dilakukan oleh perusahaan. Komisi menegaskan bahwa keterangan sepihak belum cukup tanpa pembuktian faktual di lapangan.
Reza menyatakan sebelum turun ke lokasi, pihaknya telah meminta Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim untuk menyusun data pendukung. Komisi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim guna mengkaji kerusakan lingkungan yang terjadi.
Dalam kunjungan lapangan nanti, Komisi III akan menggandeng Dinas ESDM, DLH, serta Inspektur Tambang untuk menelaah kondisi secara teknis dan menyeluruh. Diharapkan keterlibatan lintas instansi ini dapat memberikan kejelasan atas persoalan yang mencuat.
“Hasil kunjungan ini nantinya akan menjadi dasar laporan kami ke Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral,” pungkas Reza.(*)
Penulis: Devi Mogot





