Menuju Pilkada 2024 Mineral Town, Menakar Kekuatan Para Bakal Calon Wali Kota (2)

Ilustrasi oleh Ujarku.co

Menelusuri Universe Harvest Moon Bagian 3.1

Enam bakal calon dipastikan bakal turut memanaskan persaingan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mineral Town, pada 2024 mendatang.

Keenam bakal calon tersebut di antaranya; Duke, Lillia, Doug, Jeff, Carter, dan Harris.

Pada bagian kedua ini, kita akan membedah peta kekuatan masing-masing Bakal Calon Wali Kota Mineral Town.

Potensi politik uang, politik dinasti, sampai politik identitas, menjadi ancaman pemilu di Mineral Town.

Semua berpotensi terjadi demi memenangkan suara masyarakat.

//////

Ujarku.co

Enam tokoh Mineral Town dipastikan melenggang di Pilwali 2024.

Kita akan berkenalan dengan enam kandidat Bakal Calon Wali Kota Mineral Town.

Keenam bakal calon ini punya reputasi di masyarakat.

Dengan sumber daya yang dimiliki. Mereka punya peluang yang sama menduduki kursi Mineral Town Satu.

Berikut daftar Calon Wali Kota Mineral Town;
1. Carter (Tokoh Agama)
2. Duke (Pemilik Kebun Anggur)
3. Lillia (Perwakilan Unsur Perempuan)
4. Jeff (Pemilik Super Market)
5. Harris (Aparat Hukum)
6. Doug (Pemilik Penginapan dan Restoran)

Bagaimana peluang mereka. Kita akan membedah satu per satu.

Carter (Tokoh Agama)
Nama Carter, populer di Mineral Town. Dia satu-satunya tokoh agama yang masuk kancah perpolitikan.

Dengan masuknya nama Carter di bursa pencalonan, diprediksi Pilwali Mineral Town bakal dihiasi politik identitas.

Para pengawas independen mesti mengarahkan perhatian lebih di ruang-ruang ibadah.

Mengantisipasi rumah ibadah jadi ruang politik calon tertentu.

Sebagai tokoh agama, Carter punya peluang lebih di banding calon lain dalam hal menaikan elektabilitas.

Meski dalam hal modal politik, Carter yang paling tidak punya duit dibanding calon lain. Strategi terbaik yang bisa dilakukan Carter dengan pendekatan dari hati ke hati.

Namun jika sudah bicara politik uang, Carter dipastikan bakal tertinggal.

Duke (Pemilik Kebun Anggur)
Kemungkinan Duke hanya akan menjadi calon penggembira di Pilwali Mineral Town 2024.

Bagaimana tidak.

Punya usaha minuman keras, membuat Duke dipastikan bakal kehilangan suara pemilih kalangan emak-emak.

Walau pun, Duke populer di kalangan bapak-bapak.

Duke juga terkenal tidak ramah. Ini kelemahan mutlaknya saat melakukan kampanye.

Walau begitu, Duke sukses menampilkan sosok apa adanya. Ngomong ceplas ceplos. Jujur, tidak ditutup-tutupi.

Mengingatkan saya pada sosok Gubernur yang terkenal itu. Ah, sudah lah. Kita lanjut.

Memonopoli bisnis minuman keras, Duke punya modal menjalankan politik uang.

Hanya saja, Duke tidak bisa berharap banyak dari keuangannya. Bagaimana tidak, calon lain punya usaha yang lebih besar darinya.

Nyaris dipastikan Duke hanya calon hiburan.

Lillia (Calon Perempuan)
Satu-satunya calon dari perwakilan perempuan, Lillia jangan diremehkan.

Sosok hebat single mom ini sukses menyeimbangkan sosok ibu dan bisnis ayam-nya.

Bayangkan saja, ditinggal suami pergi ke luar kota, punya penyakit yang belum bisa sembuh, Lillia masih saja mampu membesarkan kedua anaknya.

Terpilih jadi wali kota, Lillia dipastikan menyulap Mineral Town jadi kota ramah anak.

Bicara peluang di Pilkada 2024, Lillia berpotensi memonopoli suara Kaum Hawa (kecuali istri calon lain).

Walau tentu saja, Mineral Town masih patriarki, tokoh masyarakatnya masih didominasi Kaum Adam.

Tapi Lillia masih punya peluang.

Jeff (Pemilik Super Market)
Pengusaha retail ini jadi sosok yang juga berpeluang memperebutkan kursi Wali Kota Mineral Town.

Disokong kekuatan duit yang melimpah, Jeff bisa melenggang mulus merebut kursi wali kota.

Terlebih hampir seluruh usaha di Mineral Town, memiliki utang ke Jeff. Ini bisa ia gunakan sebagai Kartu AS, melakukan lobi-lobi politiknya.

Pundi-pundi duit Jeff tak terbendung usai memonopoli bibit pangan kota. Untuk warga lokal, hanya Jeff yang menyediakan bibit perkebunan.

Selain memonopoli sektor pangan, Jeff juga satu-satunya tengkulak bahan pokok masyarakat.

Mulai dari minyak goreng, tepung, roti gandum, dan beras, dikuasi Jeff. Super Marketnya jadi pemain tunggal penentu harga di pasaran.

Harris (Aparat Hukum)
Kalau Jeff memonipoli industri pangan, lain lagi Harris.

Satu-satunya aparat penegak hukum di Mineral Town, Harris jadi penguasa dalam hal kepentingan hukum.

Ia leluasa mengontrol perilaku warga. Salah sedikit bisa ditindak.

Belum lagi Harris, merupakan Putra Tunggal Wali Kota Mineral Town saat ini.

Thomas, Sang Ayah, dipastikan turut berjuang memuluskan langkah Sang Anak naik tahta. Strategi Politik Dinasti mode on.

Melihat kinerja Wali Kota Thomas yang belum memberikan manfaat pembangunan, sosok Harris sulit memenangkan Pilkada.

Bakal berhembus itu “Wali Kota Boneka”, kalau ia terpilih. Isu itu tentu tidak bisa dihindari.

Lebih lagi, siapa yang akan mengawasi kinerja Harris kalau dia jadi wali kota.

Calon wali kota terakhir Doug.

Doug (Pengusaha Restoran dan Penginapan)
Sosok pemilik restoran sekaligus penginapan Doug, juga diremehkan.

Doug yang tegas, punya potensi didukung kalangan bapak-bapak (diluar calon).

Hampir setiap malam (bukan hari festival), restoran Doug selalu ramai jadi tempat nongkrong para bapak-bapak.

Bicara kemampuan finansial, sosok Doug bisa menyaingi duit Jeff. Wong penginapannya segede itu.

Walau memang, penginapannya sepi, yang menginap juga orangnya itu-itu saja.

Mineral Town memang bukan kota wisata. Jadi jangan harap ada pelancong datang ke kota kecil itu.

Yang berkunjungpun rata-rata urusan bisnis.

Padatnya festival di tiap musim, juga tidak mampu menarik minat wisatawan. Alhasil berdampak pada bisnis Doug.

Itu dia sekilas kekuatan dari masing-masing Calon Wali Kota Mineral Town.

Meski banyak juga yang belum terungkap, bagaimana suara anak muda Mineral Town direbut oleh masing-masing calon.

Tentu jadi tontonan dan tuntunan yang menarik menyaksikan bagaimana warga Mineral Town berpesta demokrasi dengan khusyuk. (*)

 

Penulis; AB
Pengamat Politik Mineral Town

Tag Berita

Bagikan

Komentar