Sarkowi Soroti Lemahnya Sistem Pengawasan RSUD AWS, Minta SOP dan CCTV Diperkuat

Sarkowi V Zahry, Anggota Komisi IV DPRD Kaltim

Ujarku.co – Sarkowi V Zahry, Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menyoroti lemahnya sistem pengawasan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda. Hal ini disampaikan menyusul kembali mencuatnya insiden serius di rumah sakit tersebut, termasuk kasus pasien yang diduga bunuh diri dan insiden kebakaran.

Dalam pernyataannya, Sarkowi menegaskan pihaknya telah beberapa kali mengingatkan manajemen rumah sakit terkait pentingnya pengawasan internal. Salah satunya disampaikan saat rapat kerja di Balikpapan beberapa waktu lalu bersama jajaran manajemen rumah sakit dan Komisi IV DPRD Kaltim.

“Jadi rumah sakit ini harus menerapkan sistem pengawasan yang sangat tetap, termasuk fasilitas dari sisi CCTV misalnya. Ya itu kemarin saya sayangkan, dirapat di Balikpapan itu kan saya sampaikan. Kok bisa orang gantung diri, kita tidak tahu,” ujar Sarkowi, Rabu (30/7/2025).

Ia mempertanyakan bagaimana insiden seperti itu bisa terjadi tanpa diketahui lebih awal oleh petugas rumah sakit. Menurutnya, peristiwa seperti bunuh diri tidak terjadi secara instan, melainkan melalui serangkaian proses yang seharusnya bisa terdeteksi jika pengawasan berjalan maksimal.

“Sesudah meninggal, baru kita tahu. Kan nggak mungkin orang gantung diri itu tiba-tiba ngambil tali langsung meninggal, kan tidak. Pasti ada proses-proses kan dia, mengikat dulu, apa gitu. Nah otomatis kalau pengawasan kita ketat, dan juga alat-alat kita lengkap, itu kan akan ketahuan,” jelasnya.

Sarkowi menyayangkan lemahnya deteksi dini terhadap potensi kejadian berisiko tinggi di lingkungan rumah sakit. Ia menilai hal ini menunjukkan kurangnya kesiapan sistem pengawasan serta lemahnya penerapan prosedur operasional standar (SOP) yang seharusnya menjadi pedoman utama dalam pelayanan dan keamanan.

Menurutnya, pihak rumah sakit harus segera melakukan pembenahan, baik dari segi fasilitas pendukung seperti CCTV dan alarm peringatan dini, maupun dari sisi SOP dan pelatihan tanggap darurat bagi petugas.

“Itu yang kemarin kita ingatkan, jadi kepada pihak rumah sakit, kepada rapat kerja dengan Komisi IV itu kita ingatkan, terkait dengan fasilitas, kemudian terkait dengan SOP. SOP dan tanggap darurat itu juga kita ingatkan,” kata Sarkowi.

Ia berharap peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan tersebut dapat menjadi pelajaran penting, tidak hanya bagi RSUD AWS, tetapi juga bagi seluruh instansi pelayanan publik, agar lebih siap dalam mengantisipasi potensi bencana atau kejadian darurat lainnya.

“Semoga ini menjadi pelajaran lah bagi pihak rumah sakit khususnya, dan kantor-kantor pemerintah pada umumnya dalam mengantisipasi, jangan sampai terjadi bencana-bencana yang tidak kita harapkan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar